INSIBERNEWS – Situasi di Jalur Gaza masih berada di ujung tanduk. Pasukan Israel dikabarkan siap melanjutkan serangan jika kesepakatan gencatan senjata tidak diperpanjang.
Opsi perundingan masih terbuka, tetapi ketegangan terus meningkat di tengah ketidakpastian nasib para tahanan dan penduduk sipil.
Baca Juga: Israel Perpanjang Gencatan Senjata di Gaza, Berlaku hingga Ramadan dan Paskah
Menurut laporan media Israel yang mengutip sumber keamanan senior, kondisi di Gaza saat ini bergantung pada adanya kesepakatan aktif. Jika perundingan gagal, hanya ada dua skenario: pembebasan tahanan atau kembali ke pertempuran.
Hal ini memperjelas bahwa Israel tak akan ragu untuk melanjutkan operasi militernya jika tidak ada kemajuan dalam proses diplomasi.
Baca Juga: Korut Buka Wisata Setelah Tutup 5 Tahun, Cuma Turis Dari Rusia yang Boleh Masuk
Sementara itu, sumber yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutkan bahwa ia tidak tertarik untuk melanjutkan tahap kedua dalam pertukaran tahanan.
Sikap ini menunjukkan bahwa pemerintah Israel lebih condong ke opsi militer ketimbang mencari solusi jangka panjang melalui negosiasi.
Baca Juga: YLKI Ungkap Masyarakat sebagai Konsumen Pertamina Alami 3 Kerugian, Apa Saja?
Meski demikian, laporan dari Saluran 13 Israel menyebutkan bahwa Netanyahu kemungkinan akan memperpanjang gencatan senjata selama beberapa hari ke depan.
Hal ini diyakini sebagai upaya memberi waktu bagi perundingan lebih lanjut sebelum kemungkinan dimulainya kembali serangan ke wilayah Gaza.
Baca Juga: Dua Pendaki Meninggal Dunia di Puncak Cartensz Akibat Hipotermia
Dengan ketidakpastian ini, warga Gaza tetap dalam bayang-bayang ancaman perang. Jika gencatan senjata tidak diperpanjang, mereka harus bersiap menghadapi babak baru pertempuran yang bisa semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.