Mesir Siap Pimpin Rekonstruksi Gaza, Target Selesai dalam Tiga Tahun

Photo Author
- Kamis, 20 Februari 2025 | 13:11 WIB
Kondisi Gaza Yang Hancur Lebur Akibat Serangan Israel (Foto : REUTERS/FADI WHADI)
Kondisi Gaza Yang Hancur Lebur Akibat Serangan Israel (Foto : REUTERS/FADI WHADI)

INSIBERNEWS – Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, menegaskan bahwa Mesir bersama negara-negara Arab lainnya siap mengambil peran utama dalam rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat agresi Israel.

Ia optimistis, dengan dukungan yang tepat, proses pembangunan kembali dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Baca Juga: Tragis! Mobil Tertabrak Kereta, Bocah 12 Tahun Meninggal Dunia

"Rekonstruksi Jalur Gaza bisa memakan waktu tiga tahun. Mesir dan negara-negara Arab mampu menyelesaikan tugas ini dalam jangka waktu tersebut," ujar Madbouly dalam konferensi pers rutin Pemerintah Mesir, Rabu (19/2/2025).

Baca Juga: Wali Kota Semarang Hevearita dan Suami Resmi Ditahan KPK, Terseret Kasus Korupsi

Mesir sendiri telah menyiapkan rencana komprehensif untuk memastikan bahwa rekonstruksi ini tetap berada di bawah kendali rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menambahkan bahwa pihaknya akan segera mempublikasikan detail strategi pembangunan kembali Gaza, yang dirancang untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan wilayah tersebut pascakonflik.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan KPK, Diperiksa Terkait Kasus Suap

Upaya rekonstruksi ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung sejak 19 Januari 2025.

Kesepakatan tersebut, yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, memungkinkan pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Hingga tahap pertama gencatan senjata ini, sebanyak 33 sandera Israel telah ditukar dengan sekitar 1.500 tahanan Palestina dalam kurun waktu 42 hari.

Baca Juga: Kunjungan Cristiano Ronaldo ke Kupang Ditunda, Pemprov NTT Beri Penjelasan

Selain itu, bantuan kemanusiaan ke Gaza terus meningkat. Saat ini, sekitar 600 truk bantuan, termasuk 50 truk bahan bakar, memasuki Gaza setiap harinya.

Kesepakatan ini juga memberikan kesempatan bagi warga Gaza yang sebelumnya mengungsi ke selatan untuk kembali ke wilayah utara, yang menjadi salah satu daerah paling terdampak dalam konflik ini.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X