Dua Pendaki Meninggal Dunia di Puncak Cartensz Akibat Hipotermia

Photo Author
- Minggu, 2 Maret 2025 | 21:56 WIB
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)
Ilustrasi Jenazah (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS– Dua pendaki asal Jakarta dan Bandung kehilangan nyawa saat menaklukkan Puncak Cartensz Pyramid, Papua Tengah.

Keduanya diduga mengalami hipotermia akibat gejala Acute Mountain Sickness (AMS) yang menyerang di tengah perjalanan turun.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan peristiwa tersebut. Korban pertama, Elsa Laksono, mengalami gejala AMS saat menuruni puncak dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: YLKI Ungkap Masyarakat sebagai Konsumen Pertamina Alami 3 Kerugian, Apa Saja?

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi jenazahnya ke RSUD Mimika pada Minggu pagi sekitar pukul 06.10 hingga 09.26 WIT.

Sementara itu, korban kedua, Lilie Wijayanti Poegiono, menghembuskan napas terakhirnya di Teras Dua pada Sabtu (1/3) dini hari pukul 02.07 WIT setelah upaya evakuasi yang dilakukan oleh rekan-rekannya dan pemandu pendakian.

Baca Juga: Dituding Oplos Pertamax, Lemigas Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar Pemerintah dan Aman

Menurut informasi, kondisi ekstrem di Puncak Cartensz menjadi tantangan berat bagi para pendaki. AMS atau penyakit ketinggian bisa menyerang siapa saja yang belum terbiasa dengan kadar oksigen yang tipis di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.

Jika tidak segera ditangani, gejala seperti pusing, mual, hingga kesulitan bernapas bisa berujung fatal.

Baca Juga: Geger! Ahok Ungkap Oknum BPK Terlibat dalam Dugaan Korupsi Masif Pertamina

Proses evakuasi Lilie masih berlangsung dan dijadwalkan akan dilakukan pada Senin (3/3).

Setelah semua proses selesai, kedua jenazah rencananya akan diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan maskapai Lion Air untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Ole Romeny Cetak Gol, Oxford United Kalah Dramatis dari Coventry

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri secara matang sebelum mendaki gunung dengan medan ekstrem.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X