Sementara itu, perubahan dalam teks rancangan AS membuat dokumen tersebut kehilangan unsur penting mengenai komitmen terhadap keutuhan wilayah Ukraina.
Akibatnya, dalam perkembangan yang ironis, Washington akhirnya abstain pada resolusinya sendiri ketika pemungutan suara berlangsung.
Baca Juga: Kades Kohod Penuhi Panggilan Bareskrim, Diperiksa Terkait Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah
Menurut Richard Gowan dari International Crisis Group, langkah AS ini menunjukkan perhitungan diplomatik yang kurang matang.
“Saya rasa Washington salah menilai jumlah dukungan yang bisa mereka dapatkan dalam waktu singkat,” ujarnya kepada AFP.
Meski demikian, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa, menegaskan bahwa hubungan negaranya dengan AS tetap terjaga dengan baik, meskipun ada perbedaan sikap dalam forum PBB.
Baca Juga: Profil Rosan Roeslani, Menteri Investasi yang Jadi CEO Danantara
Perubahan sikap AS dalam konflik Rusia-Ukraina ini tentu menjadi sorotan dunia. Apakah ini awal dari pergeseran kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Trump? Dan bagaimana dampaknya terhadap dukungan internasional bagi Ukraina? Hanya waktu yang akan menjawab.