Keputusan Mengejutkan: AS Tolak Resolusi PBB yang Kecam Invasi Rusia ke Ukraina

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 25 Februari 2025 | 08:36 WIB
Trump Bicara dengan Putin, Tegaskan AS Tak Akan Diam jika Perang Ukraina Meningkat (Foto Ilustrasi ) (foto: Istimewa)
Trump Bicara dengan Putin, Tegaskan AS Tak Akan Diam jika Perang Ukraina Meningkat (Foto Ilustrasi ) (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Amerika Serikat membuat keputusan yang mengejutkan dengan menolak resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Langkah ini menandai perubahan drastis dalam sikap Washington terhadap konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Skandal Korupsi Minyak di Pertamina: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Siapa Saja Mereka?

Dalam pemungutan suara yang digelar pada Senin (24/2), resolusi yang didukung oleh negara-negara Eropa itu berhasil memperoleh 93 suara setuju, 18 menolak, dan 65 abstain.

AS, di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, memilih berpihak pada Rusia bersama dengan sekutu-sekutunya seperti Belarus, Korea Utara, dan Sudan.

Baca Juga: Hasil Efisiensi Anggaran Senilai Rp300 Triliun Siap Dikelola Danantara, Prabowo: Kita Bertekad Menjadi Negara Maju

Keputusan AS ini memicu perdebatan sengit di forum internasional. Resolusi tersebut menegaskan kembali pentingnya kedaulatan dan keutuhan wilayah Ukraina, sesuatu yang sebelumnya didukung penuh oleh Washington di bawah pemerintahan Joe Biden.

Namun, dalam perubahan sikap yang drastis, AS justru mengajukan resolusi tandingan. Resolusi baru yang diajukan Washington ini disebut-sebut sebagai upaya menyeimbangkan kepentingannya di tengah hubungan yang memanas antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Baca Juga: Menteri HAM Akan Turun Tangan pada Kasus Dugaan Pemecatan Personel Sukatani dari Profesi Guru

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyambut baik langkah Washington, bahkan menyebutnya sebagai “langkah ke arah yang benar” dalam membangun kembali hubungan AS-Rusia.

Namun, sikap AS ini menuai kritik dari sekutu tradisionalnya di Eropa. Prancis, bersama dengan Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya, mengajukan amandemen terhadap rancangan resolusi AS.

Mereka menegaskan bahwa invasi Rusia ke Ukraina adalah agresi berskala penuh dan harus dinyatakan dengan tegas dalam dokumen resmi PBB.

Baca Juga: Elite PDIP Kembali Sambangi Kediaman Megawati, Ada Apa?

Hongaria, yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Moskow di bawah kepemimpinan Viktor Orban, menolak amandemen tersebut.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X