Viral Peserta CPNS di Lombok Tiba-tiba Kaku Seperti Patung, Ternyata Alami Psikomatis, Apa Itu?

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 19:48 WIB
Diduga alami psikomatis, seorang peserta CPNS di Lombok menjadi kaku (Instagram @medsos_rame)
Diduga alami psikomatis, seorang peserta CPNS di Lombok menjadi kaku (Instagram @medsos_rame)

INSIBERNEWS - Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang peserta CPNS yang secara tiba-tiba badannya menjadi kaku.

Hal ini terjadi ketika seorang peserta CPNS akan menjalani tes di UPT BKN Kota Mataram, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dikabarkan bahwa peserta CPNS ini sebelumnya mengalami kejang-kejang dan kemudian badannya menjadi kaku.

Baca Juga: 60 Polisi di Trenggalek Ikuti Program Turunkan Berat Bada dengan Jalan Kaki Keliling Kampung

Dilansir INsibernews dari akun Instagram @medsos_rame (18/10/2024), peserta CPNS tersebut memakai kemeja putih dan celana hitam yang merupakan seragam yang diwajibkan untuk menjalani tes CPNS. Ia terlihat duduk di bangku dengan kaku.

Diduga bahwa peserta tersebut mengalami psikomatis yang membuat tubuhnya kejang dan kemudian menjadi kaku.

Psikosomatis merupakan istilah yang merujuk pada kondisi di mana gangguan fisik disebabkan atau diperburuk oleh faktor psikologis.

Baca Juga: Bahrain Tak Berani Bertanding di Indonesia, Akan Dianggap Mengundurkan Diri oleh AFC?

Dalam konteks ini, pikiran, perasaan, dan emosi individu dapat memengaruhi kesehatan fisik mereka.

Gejala psikosomatis bisa sangat bervariasi, mulai dari nyeri tubuh, sakit kepala, hingga masalah pencernaan, tanpa adanya penyebab medis yang jelas.

Salah satu contoh umum dari gangguan psikosomatis adalah stres. Ketika seseorang mengalami tekanan emosional yang tinggi, tubuhnya merespons dengan mengeluarkan hormon stres, seperti kortisol.

Baca Juga: Israel Ungkap Telah Membunuh Pemimpin Hamas dengan Operasi di Jalur Gaza, Apa Buktinya?

Ini bisa menyebabkan berbagai masalah fisik, seperti peningkatan detak jantung, gangguan tidur, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Jika tidak ditangani, stres berkepanjangan dapat berkontribusi pada penyakit kronis.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X