Ia menambahkan, pengendara yang terjaring juga diberi pemahaman tentang kewajiban dan manfaat pajak bagi pembangunan dan negara.
"Tadi ada yang bayar langsung, namun ada juga yang memelas karena belum memiliki uang untuk pajak kendaraan. Kita maklumi itu, kami pun tidak memberatkan," jelasnya.
Tita menjelaskan, bahwa sebesar 30 persen pendapatan pajak itu masuk ke daerah, sehingga masyarakat yang memiliki kendaraan dan menggunakan kendaraannya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diimbau untuk membayar pajaknya tepat waktu.
Baca Juga: Polisi Tangkap Ketua Panitia Konser Lentera Festival Tangerang, Dan Memburu Provokator Kerusuhan
Masyarakat diimbau untuk taat membayar pajak kendaraan mereka. Pasalnya, dari pembayaran pajak yang dilakukan masyarakat tersebut akan membantu pembangunan Kabupaten Purwakarta di berbagai sektor,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Gulai Tanpa Santan Gangan Palapa Khas Muaro Jambi, Menjadi Kuliner Nusantara Paling Unik Saat Ini
Sosok Zhang Ziyu, Pemain Basket Putri Asal China yang Memiliki Tinggi Badan 2 Meter
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Polisi di Purwakarta Awasi Penyaluran Bansos Beras
Negara Mayoritas Islam Tajikistan Larang Warganya Memakai Hijab, Ini Alasannya
Ratusan Massa Kembali Gelar Aksi Geruduk Kantor Kajari Purwakarta, Minta Tuntaskan Dugaan Kasus Gratifikasi Mantan Bupati
Antisipasi Hadapi Ancaman kekeringan dan karhutla, Pemkab Purwakarta Siagakan Ribuan Personil
Pusat Data Nasional Kena Ransomware, Pemerintah Akui Data Tidak Bisa Dipulihkan
DPMPTSP Purwakarta Gelar Anugerah Investasi 2024 dan Lanching MPP Digital
Pemerintah Tolak Bayar Tebusan Peretas PDN Senilai Rp 131 M, Data Sudah Diamankan!
Mengenal NFC pada HP, Simak Fungsinya!