INSIBERNEWS, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyiagakan ribuan personil untuk menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi saat puncak musim kemarau tahun 2024 ini, yang diperkirakan akan mulai terjadi pada bulan Juni-Agustus.
Ribuan personil yang disiagakan terdiri dari 2.196 Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), 183 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan 75 personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) dan 15 personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta.
"Selain untuk menghadapi potensi bencana karhutla, para personil itu juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana lainnya saat memasuki puncak musim kemarau seperti kekeringan dan kelangkaan air bersih bagi masyarakat," kata Kepala BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, Rabu, (26/6/ 2024).
Para relawan yang disiagakan, lanjut Erlan, berasal dari 183 desa dan 9 kelurahan di 17 kecamatan seluruh Purwakarta. Mereka akan melakukan monitoring di masing-masing wilayah desanya sebagai langkah awal antisipasi bencana.
"Para relawan itu akan menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang akan muncul saat puncak kemarau," kata Erlan.
Menurut Erlan, potensi ancaman bencana kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih maupun pasokan air pertanian, diperkirakan akan terjadi di 12 kecamatan, yang meliputi Kecamatan Purwakarta, Pondoksalam, Darangdan, Pasawahan, Tegalwaru, Bojong, Babakancikao, Plered, Kiarapedes, Jatiluhur, Sukasari dan Kecamatan Sukatani.
Baca Juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Polisi di Purwakarta Awasi Penyaluran Bansos Beras
"Pemetaan dan penanganan terhadap wilayah yang akan mengalami dampak kekeringan itu terus kita matangkan. Sejumlah opsi dan skema langkah mitigasinya juga kita persiapkan," ujar Erlan.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta, Rudi Hartono mengatakan, langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla mendapatkan perhatian serius Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, Benni Irwan.
"Semua langkah itu merupakan bukti kesungguhan dinas terkait untuk memastikan ancaman kekeringan dan karhutla bisa diantisipasi. Pj Bupati meminta agar semua langkah mitigasi bencana bisa dijalankan dengan baik untuk melindungi masyarakat Purwakarta," kata Rudi.
Baca Juga: Gulai Tanpa Santan Gangan Palapa Khas Muaro Jambi, Menjadi Kuliner Nusantara Paling Unik Saat Ini
Sementara dalam menghadapi potensi bencana karhutla, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) telah bergerak cepat untuk mengantisipasinya.
"Sebagian besar personil DPKP telah disiagakan, termasuk menyiagakan semua peralatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Semua potensi yang kami miliki akan kita siagakan untuk mengatasi kemungkinan bencana saat puncak musim kemarau,"kata Kepala DPKP, Juddy Herdiana.
Artikel Terkait
Sejumlah Anggota Gengster Resahkan Warga Kelapa Dua Tangerang, Polisi: Beberapa Anggota Sudah Ditangkap!
Dipilih Jadi Vanue Konser Bruno Mars di Indonesia, Ini Keistimewaan Jakarta International Stadium (JIS)
Pertunjukkan Konser Musik Di Tangerang, Gagal Dilaksanakan Hingga Berakhir Rusuh dan Bakar Panggung!
Tips Kreatif: Sandal Putus Bisa Bagus Diperbaiki dan Kuat Cuma Modal Garam, Kok Bisa ?
Mitos : Masyarakat Masih Percaya Suara Tokek Dimalam Hari Membawa Keburukan dan Keberuntungan
Banyak Jemaah Haji yang Meninggal karena Panas Ekstrem, Ini Tindakan dari Pemerintah Mesir
Fakta Kasus Virgoun Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba, Pemasok Sabu Ternyata Kru Band
Polda Jabar Tidak Hadir Dalam Persidangan Pra Peradilan Pegi Setiawan, Ditunda Juli Mendatang, Ada Apa ?
Peretas Pusat Data Nasional, Minta Tebusan 8 Juta Dolar
Guyon Waton dan NDX AKA Batal Tampil di Konser Lentera Festival, Massa Mengamuk Hingga Bakar Panggung