Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat membantah kabar yang menyebut proses negosiasi telah dibatalkan.
Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa agenda diplomatik tetap berjalan.
"Tidak ada yang dibatalkan," ujar pejabat tersebut.
Baca Juga: Infus hingga Dugaan Tato Paksa, Polisi Bongkar Fakta Baru Kasus Penyekapan YTR di Bandung
Ia menjelaskan bahwa pembahasan teknis mengenai implementasi memorandum of understanding (MoU) tetap dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan senada juga disampaikan pejabat AS lainnya yang memastikan seluruh aspek teknis dalam kesepakatan masih terus dibahas.
Pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Setiap eskalasi yang terjadi berpotensi memperbesar risiko terganggunya pasokan minyak global, yang pada akhirnya dapat mendorong harga energi terus bergerak naik. ***
Artikel Terkait
Australia Naikkan Denda Medsos hingga Rp1,1 Triliun, Anak di Bawah 16 Tahun Makin Sulit Akses Platform Digital
Bos Percetakan di Senen Diduga Sekap Tiga Karyawan, Korban Ditemukan Dirantai dalam Ruko
ASN Ditjenpas Jambi Diciduk dalam Kasus Narkoba, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi
Liburan Berujung Maut, Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh dan Tewaskan 11 Orang di Prancis
Kematian 5 Peserta SPPI Jadi Alarm, Komnas HAM Minta Latsarmil Kopdes Disetop
Truk Diduga Rem Blong Hantam Antrean Motor di Bekasi, Pengemudi Ojol Tewas di Tempat