Israel Kembali Serang Lebanon Saat Upaya Gencatan Senjata Masih Berlangsung

Photo Author
- Jumat, 26 Juni 2026 | 20:33 WIB
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)
Gencatan Senjata Dilanggar, Ketegangan Israel dan Lebanon Kembali Memanas (Foto : Anadolu)

INSIBERNEWS - Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Jumat (26/6/2026), di saat upaya diplomatik antara kedua negara masih berlangsung di Washington, Amerika Serikat. Aksi militer tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa proses negosiasi yang tengah berjalan dapat kembali terhambat oleh meningkatnya eskalasi di lapangan.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara menghantam kawasan pinggiran Nabatieh al-Fawqa di Lebanon selatan.

Hingga laporan terakhir, otoritas setempat belum mengonfirmasi adanya korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan tersebut, sementara proses pemantauan di lokasi masih terus dilakukan.

Baca Juga: Biodiesel B50 Segera Berlaku, Pemerintah Targetkan Hemat Ratusan Ribu Barel Impor per Hari

Serangan itu terjadi bersamaan dengan diperpanjangnya putaran kelima perundingan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat.

Semula pembicaraan dijadwalkan berakhir pada Kamis, namun Departemen Luar Negeri AS memutuskan memperpanjang agenda negosiasi hingga Jumat guna membuka peluang tercapainya kesepakatan yang lebih konkret.

Washington diketahui terus mendorong kedua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan.

Perundingan tersebut menjadi bagian dari upaya internasional untuk meredam konflik berkepanjangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon yang selama beberapa bulan terakhir kerap diwarnai aksi saling serang.

Baca Juga: Respon Istana soal Latsarmil SPPI yang Telan 3 Korban Jiwa, Mensesneg: Belum Ada Indikasi Kelalaian

Harapan akan meredanya konflik sebenarnya sempat muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman secara elektronik pada 18 Juni lalu. Salah satu poin penting dalam dokumen tersebut menyerukan penghentian permanen operasi militer di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Namun, serangan terbaru menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan masih jauh dari kata stabil. Meski jalur diplomasi terus dibuka, aksi militer yang kembali terjadi memperlihatkan masih besarnya tantangan dalam mewujudkan gencatan senjata yang benar-benar dapat dipatuhi seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Penyekapan Wanita di Bandung, Minta Pelaku di Hukum Maksimal

Data pemerintah Lebanon mencatat, sejak 2 Maret hingga kini, serangan yang dikaitkan dengan militer Israel telah menyebabkan lebih dari 4.100 orang meninggal dunia dan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka.

Angka tersebut terus menjadi perhatian komunitas internasional yang mendesak seluruh pihak untuk menahan eskalasi dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui dialog damai.(*)

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X