INSIBERNEWS - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memicu kontroversi usai menyatakan rencana Israel untuk membangun permukiman di Lebanon serta mendorong perpindahan warga Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Pernyataan itu disampaikan Ben-Gvir saat menghadiri acara peringatan pendudukan Israel atas Yerusalem Timur berdasarkan kalender Ibrani di Yerusalem, Kamis (14/5/2026). Pernyataannya kemudian dilaporkan oleh Channel 7 Israel.
Dalam pidatonya, Ben-Gvir secara terang-terangan menyebut pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah untuk memperluas agenda Israel di wilayah konflik.
Baca Juga: Viral Penumpang Dibongkar karena Kartu Pokemon di Bandara Soetta, Bea Cukai Beri Penjelasan
“Kami memiliki banyak rencana untuk mendorong migrasi dari Gaza, mendorong migrasi dari Yudea dan Samaria (Tepi Barat), serta permukiman di Lebanon,” ujar Ben-Gvir.
Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan ragu mengambil tindakan keras terhadap pihak yang dianggap mengancam negaranya.
Pernyataan Ben-Gvir muncul di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon.
Baca Juga: Satu Pasien Meninggal Usai Kebakaran RSUD Dr Soetomo, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit
Israel disebut terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Akibat berbagai serangan tersebut, sedikitnya 857 orang dilaporkan tewas dan 2.486 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara di Lebanon, pelanggaran gencatan senjata yang masih berlaku hingga 17 Mei juga terus terjadi. Sejak 2 Maret, konflik di wilayah itu dilaporkan telah menewaskan 2.896 orang dan melukai 8.824 lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ben-Gvir turut menyoroti kondisi tahanan Palestina di penjara Israel. Ia mengaku bangga dengan kebijakan pembatasan fasilitas yang kini diterapkan di sejumlah penjara.
Baca Juga: Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah di Lapas Cilegon, Tegaskan Tak Ada Fasilitas Khusus
Menurutnya, para tahanan Palestina kini hanya diberikan kebutuhan paling dasar tanpa fasilitas tambahan seperti televisi, radio, pendidikan akademik, hingga makanan tertentu.
“Penjara Israel kini benar-benar menjadi penjara,” katanya.
Artikel Terkait
Kebiasaan Main Ponsel di Toilet Bisa Picu Wasir, Dokter Ingatkan Bahaya Duduk Terlalu Lama
Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Meninggal dan Puluhan Dievakuasi
Satu Pasien Meninggal Usai Kebakaran RSUD Dr Soetomo, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit
Gerindra Jatuhkan Teguran Keras ke Anggota DPRD Jember Usai Viral Merokok dan Main Game Saat Rapat Stunting
Viral Penumpang Dibongkar karena Kartu Pokemon di Bandara Soetta, Bea Cukai Beri Penjelasan