Hubungan AS-China Berdamai? Xi Jinping Ajak Trump Jadi Mitra

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB
Hubungan AS-China Berdamai? Xi Jinping Justru Ajak Trump Jadi Mitra (REUTERS/Kenny Holston )
Hubungan AS-China Berdamai? Xi Jinping Justru Ajak Trump Jadi Mitra (REUTERS/Kenny Holston )

INSIBERNEWS - Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan pesan penting kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, Xi menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat seharusnya membangun hubungan sebagai mitra strategis, bukan saling bermusuhan sebagai rival global.

Pertemuan yang berlangsung di Great Hall of the People, Beijing, itu menjadi sorotan dunia internasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Promedia Group dan Mahasiswa UNJ Bincang Seru di BRI CoreLab 2026: Bahas Industri Konten di Era Media Sosial

Xi menilai kerja sama antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan membawa keuntungan besar bagi kedua pihak. Sebaliknya, konfrontasi justru disebut hanya akan menimbulkan kerugian bersama.

“China dan AS sama-sama akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi,” ujar Xi dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara Beijing dan Washington demi menjaga stabilitas dunia. Menurutnya, kedua negara perlu menemukan pola hubungan baru yang lebih sehat dan saling menguntungkan di era modern.

Baca Juga: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online, Pemerintah Sebut Situasi Sudah Darurat

Xi Jinping Soroti Dunia yang Semakin Tidak Stabil

Dalam pidatonya, Xi Jinping menyebut dunia saat ini tengah menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir. Kondisi internasional dinilai semakin bergejolak dan telah membawa dunia menuju persimpangan jalan baru.

Xi mengatakan China dan Amerika Serikat kini menghadapi tantangan besar yang menentukan arah sejarah dunia ke depan. Tantangan tersebut mencakup bagaimana kedua negara mampu membangun hubungan antarnegara besar yang lebih konstruktif, menghadapi persoalan global bersama, hingga menciptakan stabilitas internasional.

Menurut Xi, peran pemimpin negara besar sangat menentukan masa depan dunia di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Sakit Hati Dituntut Rp5,67 Triliun, Nadiem Makarim: Saya Tak Punya Uang Sebesar Itu

“Itulah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Anda dan saya sebagai pemimpin negara-negara besar di era ini,” kata Xi kepada Trump.

Xi Jinping juga menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat sebenarnya memiliki lebih banyak kepentingan bersama dibandingkan perbedaan yang selama ini menjadi sumber ketegangan hubungan bilateral.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X