Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono, Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Tertimpa Batu

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 11 Mei 2026 | 18:13 WIB
Menyoroti insiden erupsi Gunung Dukono di kawasan Halmahera Utara, Maluku Utara hingga mengakibatkan puluhan pendaki terdampak.  (Instagram.com/@asarhumanity)
Menyoroti insiden erupsi Gunung Dukono di kawasan Halmahera Utara, Maluku Utara hingga mengakibatkan puluhan pendaki terdampak. (Instagram.com/@asarhumanity)

 

INSIBERNEWS - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung berapi tersebut. 

Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lereng gunung dengan medan yang cukup berbahaya.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa korban ditemukan pada Minggu sekitar pukul 13.00 WIT. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari titik pertama kali sinyal darurat terdeteksi oleh Basarnas Command Center.

Baca Juga: Pria Tendang dan Hadang Ambulans di Depok Ditangkap, Aksi Viral Tuai Kecaman

“Korban ditemukan sekitar 13 meter ke arah utara dari titik awal sinyal darurat diterima,” ujar Iwan.

Menurutnya, kedua korban ditemukan di satu lokasi yang sama dengan kondisi mengenaskan setelah diduga tertimpa material batu besar saat erupsi terjadi. Tim SAR menyebut jasad korban dalam keadaan tidak utuh.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” katanya.

Baca Juga: AS Tunggu Jawaban Iran soal Proposal Damai, Israel Tak Henti Gempur Lebanon Bikin Dunia Cemas

Dua pendaki yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya merupakan warga negara Singapura. Selain itu, satu korban lain yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi diketahui merupakan warga negara Indonesia bernama Angel.

Setelah proses pencarian berhasil dilakukan, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena cuaca hujan disertai kondisi medan yang licin dan berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menuju RSUD Tobelo untuk proses autopsi lebih lanjut.

Baca Juga: Toyota Hiace Berisi Turis Singapura Alami Rem Blong di Jalur Bromo, Tabrak 4 Mobil dan Tiang Listrik

“Kantong jenazah tiba di Posko Induk Desa Mamuya sekitar pukul 17.43 WIT sebelum dibawa ke rumah sakit,” jelas Iwan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X