Rubio Ingatkan AS! Menjatuhkan Rezim Iran Tak Sesederhana Venezuela

Photo Author
- Jumat, 30 Januari 2026 | 12:30 WIB
Marco Rubio - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Foto : Drew Angerer/Getty Images North America/Getty Images)
Marco Rubio - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Foto : Drew Angerer/Getty Images North America/Getty Images)

INSIBERNEWS - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memberikan peringatan tegas kepada para pembuat kebijakan di Washington bahwa ambisi untuk merombak rezim Iran bukanlah perkara mudah.

Dalam sebuah sidang di Senat AS pada Rabu (28/1/2026), Rubio menilai bahwa upaya meruntuhkan kekuasaan di Teheran jauh lebih rumit dan berisiko dibandingkan dengan operasi yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. 

Baca Juga: PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya Usai Rapat Pleno, Ini Pertimbangan Lengkapnya

Rubio menyampaikan pandangannya itu saat memberikan kesaksian di depan anggota parlemen yang tengah membahas kebijakan luar negeri AS, terutama situasi Venezuela pasca penangkapan Maduro.

Menurutnya, Iran bukan hanya sekadar pemerintah yang berkuasa, tetapi sebuah rezim yang telah memegang kendali politik dan ideologis selama puluhan tahun, sehingga setiap rencana perubahan harus dirancang dengan sangat hati-hati. 

“Itu akan jauh lebih kompleks daripada yang digambarkan sekarang, karena kita berbicara tentang rezim yang telah berkuasa sangat lama,” kata Rubio dalam sesi tersebut, menggambarkan tantangan besar yang dihadapi jika pemerintah AS mempertimbangkan langkah lebih jauh terhadap Teheran. 

Baca Juga: Undian Piala Dunia Basket U-17 2026 Rampung, Persaingan Panas Menanti di Istanbul

Rubio juga menyinggung keberadaan militer AS di wilayah Timur Tengah yang saat ini mencapai sekitar 30.000 hingga 40.000 personel yang ditempatkan di delapan hingga sembilan fasilitas strategis di kawasan tersebut.

Ia menegaskan, posisi ini bukan untuk agresi, melainkan sebagai bagian dari usaha mempertahankan stabilitas dan melindungi personel Amerika dari ancaman seperti rudal balistik dan drone bersenjata yang dimiliki Iran. 

Pernyataan Rubio mencerminkan perubahan nada dalam diskusi kebijakan luar negeri AS yang semakin menimbang risiko keterlibatan militer langsung. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mengancam kemungkinan tindakan tegas terhadap Iran jika kesepakatan nuklir gagal dicapai, pejabat tinggi pemerintahan terus menggarisbawahi kompleksitas situasi di Teheran. 

Baca Juga: Saudi dan UEA Tegas Tutup Pintu untuk Serangan ke Iran, Opsi Militer AS Kian Terbatas

Selain itu, Rubio menyoroti bahwa kerangka kekuasaan di Iran melibatkan struktur politik yang kuat dan dukungan ideologis yang lama tumbuh di dalam negeri.

Hal ini tidak hanya membuat perubahan rezim secara langsung menjadi tugas yang sangat berat, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar tentang apa yang akan menggantikan status quo jika rezim saat ini runtuh. 

Dalam sidang tersebut, Rubio juga menegaskan kembali posisi AS terhadap Venezuela, termasuk bahwa pemerintahan AS tidak berniat melakukan aksi militer lanjutan di negara Amerika Selatan itu, meskipun operasi sebelumnya telah menggulingkan Maduro. 

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X