Iran Pasang Status Siaga Tinggi, Peringatkan AS Siap Hadapi Perang Terbuka

Photo Author
- Jumat, 30 Januari 2026 | 11:51 WIB
Ketegangan Antara Iran dan AS Semakin Memanas (Foto : BBC)
Ketegangan Antara Iran dan AS Semakin Memanas (Foto : BBC)

INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas seiring pernyataan keras pemerintah Iran terhadap Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya berada dalam status siaga tertinggi dan siap menghadapi perang skala penuh apabila Washington melancarkan agresi militer.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons langsung atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali melontarkan pernyataan bernada konfrontatif melalui media sosial. Ancaman itu dinilai Teheran sebagai bentuk intimidasi terbuka terhadap kedaulatan Iran.

Baca Juga: KPK Dalami Peran Eks Ajudan Ridwan Kamil dalam Kasus Iklan BJB

Araghchi menegaskan Iran tidak akan bersikap pasif jika wilayahnya disentuh oleh kekuatan asing. Pemerintah dan militer, kata dia, telah menyiapkan seluruh skenario terburuk untuk menghadapi kemungkinan konflik terbuka.

“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani sudah siap merespons dengan kuat setiap agresi terhadap tanah, udara, dan perairan kami,” ujar Abbas Araghchi dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Undian Piala Dunia Basket U-17 2026 Rampung, Persaingan Panas Menanti di Istanbul

Ia menambahkan, pengalaman konflik sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Iran dalam memperkuat strategi pertahanan. Menurut Araghchi, kesiapan militer Iran saat ini berada pada level yang jauh lebih matang dibanding masa lalu.

“Pelajaran dari Perang 12 Hari memungkinkan kami merespons lebih cepat, lebih kuat, dan lebih mendalam,”lanjutnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Iran tidak hanya mengandalkan retorika politik, tetapi juga kesiapan nyata di lapangan. Sejumlah laporan menyebutkan, Teheran telah meningkatkan kewaspadaan di pangkalan militer strategis, sistem pertahanan udara, serta armada laut di Teluk Persia.

Baca Juga: Absen di Sidang Akpol, Adly Fairuz Tegaskan Siap Kooperatif dan Buka Jalan Damai

Di sisi lain, ancaman saling balas pernyataan antara Teheran dan Washington memicu kekhawatiran komunitas internasional. Banyak pihak menilai eskalasi ini berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Sejumlah analis menilai Iran berupaya mengirim pesan tegas agar AS berpikir ulang sebelum mengambil langkah militer. Sikap keras tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Teheran tidak berada dalam posisi lemah meski menghadapi tekanan ekonomi dan diplomatik.

Baca Juga: Indonesia Resmi Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menkeu Singgung Iuran Rp16,7 Triliun

Hingga kini, belum ada tanda-tanda penurunan tensi dari kedua pihak. Dengan situasi yang terus memanas, dunia internasional kembali dihadapkan pada kekhawatiran akan pecahnya konflik besar di kawasan Teluk yang strategis bagi stabilitas global.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X