Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Kunci Harga Pangan dan Perkuat Distribusi

Photo Author
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB
Ilustrasi Bahan Pangan (Pemkot Tangerang)
Ilustrasi Bahan Pangan (Pemkot Tangerang)

INSIBERNEWS - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi logistik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan selama periode Ramadan dan Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, penguatan mitigasi inflasi menjadi fokus utama pemerintah. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, mulai dari sektor pangan, perdagangan, hingga transportasi.

Baca Juga: Bersih-Bersih Elite Militer China, Xi Jinping Perketat Cengkeraman Kekuasaan

Dalam rapat itu, pemerintah menyepakati target inflasi tetap berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Target ini dinilai realistis, namun membutuhkan pengawasan ketat, terutama pada kelompok harga pangan yang rentan bergejolak.

Perhatian utama diarahkan pada komoditas volatile food seperti beras, cabai, bawang, gula, hingga minyak goreng. Pemerintah menilai komoditas tersebut paling sensitif terhadap lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga: Dikirim Lewat Program Resmi, PMI Asal Medan Meninggal di Korsel Tanpa Kepastian Hak

“Pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan, untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,”ujar Airlangga di kantornya, Kamis (29/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya adalah penguatan stok cadangan pangan nasional, operasi pasar secara masif, serta optimalisasi peran Bulog dan BUMN pangan dalam menjaga pasokan dan harga.

Selain itu, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian serius. Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan jalur logistik, termasuk transportasi darat dan laut, berjalan tanpa hambatan selama periode mudik dan arus balik.

Baca Juga: KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta

Airlangga menambahkan, sinergi pusat dan daerah sangat penting agar kebijakan stabilisasi harga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah juga mendorong pengawasan di lapangan untuk mencegah penimbunan dan praktik spekulasi harga.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis tekanan inflasi menjelang Idul Fitri 2026 dapat dikendalikan. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang, tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X