INSIBERNEWS - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi logistik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, penguatan mitigasi inflasi menjadi fokus utama pemerintah. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, mulai dari sektor pangan, perdagangan, hingga transportasi.
Baca Juga: Bersih-Bersih Elite Militer China, Xi Jinping Perketat Cengkeraman Kekuasaan
Dalam rapat itu, pemerintah menyepakati target inflasi tetap berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Target ini dinilai realistis, namun membutuhkan pengawasan ketat, terutama pada kelompok harga pangan yang rentan bergejolak.
Perhatian utama diarahkan pada komoditas volatile food seperti beras, cabai, bawang, gula, hingga minyak goreng. Pemerintah menilai komoditas tersebut paling sensitif terhadap lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Baca Juga: Dikirim Lewat Program Resmi, PMI Asal Medan Meninggal di Korsel Tanpa Kepastian Hak
“Pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan, untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,”ujar Airlangga di kantornya, Kamis (29/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya adalah penguatan stok cadangan pangan nasional, operasi pasar secara masif, serta optimalisasi peran Bulog dan BUMN pangan dalam menjaga pasokan dan harga.
Selain itu, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian serius. Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan jalur logistik, termasuk transportasi darat dan laut, berjalan tanpa hambatan selama periode mudik dan arus balik.
Baca Juga: KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta
Airlangga menambahkan, sinergi pusat dan daerah sangat penting agar kebijakan stabilisasi harga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah juga mendorong pengawasan di lapangan untuk mencegah penimbunan dan praktik spekulasi harga.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis tekanan inflasi menjelang Idul Fitri 2026 dapat dikendalikan. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang, tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.***
Artikel Terkait
Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Perkuat Pasokan Energi demi Jaga Inflasi 2026
KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta
Polemik Internal PBNU Mencair, Gus Yahya Siap Tempuh Rapat Pleno dan Sampaikan Permintaan Maaf
IHSG Tertekan 8 Persen, Menkeu Purbaya Yakin Pasar Segera Bangkit dan Tembus Level 10.000
DPR Dorong Teknologi BRIN Diterjunkan, Percepat Pencarian Korban Longsor Cisarua
Indonesia Resmi Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menkeu Singgung Iuran Rp16,7 Triliun
Kepala Bappenas Soroti Urgensi Makan Bergizi Gratis di Tengah Isu Lapangan Kerja
Dikirim Lewat Program Resmi, PMI Asal Medan Meninggal di Korsel Tanpa Kepastian Hak
Saudi dan UEA Tegas Tutup Pintu untuk Serangan ke Iran, Opsi Militer AS Kian Terbatas
Bersih-Bersih Elite Militer China, Xi Jinping Perketat Cengkeraman Kekuasaan