Fokus Lindungi Psikologis Korban, SMKN 1 Rembang Buka Suara Soal Video Viral Perundungan Siswa Disabilitas

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:32 WIB
SMKN 1 Rembang buka suara soal siswa disabilitas yang jadi korban perundungan di media sosial.  (Instagram/smkn1rembang.official)
SMKN 1 Rembang buka suara soal siswa disabilitas yang jadi korban perundungan di media sosial. (Instagram/smkn1rembang.official)

INSIBERNEWS – Manajemen SMK Negeri 1 Rembang akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan salah satu siswanya, Cahyo Awwali Ardandi, yang diduga menjadi korban perundungan saat melakukan siaran langsung.

Insiden tersebut diketahui terjadi pada Rabu sore, 17 Desember 2025, di kediaman pribadi siswa yang bersangkutan. Video itu dengan cepat menyita perhatian publik setelah tersebar luas di berbagai platform digital.

Sekolah Tegaskan Sikap Anti-Perundungan
Pihak sekolah menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut, terlebih Cahyo merupakan siswa penyandang disabilitas. SMK Negeri 1 Rembang menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital.

Baca Juga: Viral Video Diduga Oknum Guru Ejek Remaja Tuna Wicara, Warganet Murka!

Sekolah juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

Alasan Video Diunggah oleh Korban
Berdasarkan penjelasan resmi sekolah, video tersebut awalnya diunggah sendiri oleh Cahyo.

Tujuannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai upaya agar perlakuan tidak menyenangkan yang sering ia terima saat siaran langsung dapat dihentikan.

Baca Juga: Pengakuan Dokter Gigi Jessica Freddy Viral, Ungkap Dugaan KDRT hingga Pemalsuan Akta Nikah

Selama ini, korban disebut kerap menjadi sasaran komentar negatif dan perundungan dari sejumlah pengguna media sosial. Meski video tersebut telah diprivat oleh yang bersangkutan, salinan rekaman diketahui sudah terlanjur tersebar luas oleh pihak lain.

"Penyebaran ulang, pencarian identitas, maupun penghakiman di ruang digital bukanlah solusi, dan justru berpotensi memperburuk kondisi anak," tulis pernyataan resmi dari SMK Negeri 1 Rembang yang diterima redaksi.

Pendampingan dan Perlindungan Psikologis
Saat ini, pihak sekolah telah mengambil langkah konkret dengan memberikan pendampingan intensif kepada Cahyo serta menjalin koordinasi dengan keluarga korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mental siswa tetap stabil di tengah sorotan publik.

Baca Juga: Curhat Korban Banjir Aceh Tamiang: Bayi 10 Bulan Terpaksa Bertahan dengan Mi Instan Selama Hari-Hari Darurat

"Fokus utama kami adalah memastikan kondisi psikologis siswa tetap terjaga dan hak-haknya sebagai anak terlindungi," tegas pihak sekolah.

Penanganan Pihak di Luar Lingkungan Sekolah
Menanggapi keberadaan seorang pria berseragam dinas dalam video tersebut, pihak SMK Negeri 1 Rembang menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian maupun sanksi karena yang bersangkutan berada di luar lingkungan sekolah.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X