INSIBERNEWS – Manajemen SMK Negeri 1 Rembang akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan salah satu siswanya, Cahyo Awwali Ardandi, yang diduga menjadi korban perundungan saat melakukan siaran langsung.
Insiden tersebut diketahui terjadi pada Rabu sore, 17 Desember 2025, di kediaman pribadi siswa yang bersangkutan. Video itu dengan cepat menyita perhatian publik setelah tersebar luas di berbagai platform digital.
Sekolah Tegaskan Sikap Anti-Perundungan
Pihak sekolah menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut, terlebih Cahyo merupakan siswa penyandang disabilitas. SMK Negeri 1 Rembang menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital.
Baca Juga: Viral Video Diduga Oknum Guru Ejek Remaja Tuna Wicara, Warganet Murka!
Sekolah juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Alasan Video Diunggah oleh Korban
Berdasarkan penjelasan resmi sekolah, video tersebut awalnya diunggah sendiri oleh Cahyo.
Tujuannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai upaya agar perlakuan tidak menyenangkan yang sering ia terima saat siaran langsung dapat dihentikan.
Baca Juga: Pengakuan Dokter Gigi Jessica Freddy Viral, Ungkap Dugaan KDRT hingga Pemalsuan Akta Nikah
Selama ini, korban disebut kerap menjadi sasaran komentar negatif dan perundungan dari sejumlah pengguna media sosial. Meski video tersebut telah diprivat oleh yang bersangkutan, salinan rekaman diketahui sudah terlanjur tersebar luas oleh pihak lain.
"Penyebaran ulang, pencarian identitas, maupun penghakiman di ruang digital bukanlah solusi, dan justru berpotensi memperburuk kondisi anak," tulis pernyataan resmi dari SMK Negeri 1 Rembang yang diterima redaksi.
Pendampingan dan Perlindungan Psikologis
Saat ini, pihak sekolah telah mengambil langkah konkret dengan memberikan pendampingan intensif kepada Cahyo serta menjalin koordinasi dengan keluarga korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mental siswa tetap stabil di tengah sorotan publik.
"Fokus utama kami adalah memastikan kondisi psikologis siswa tetap terjaga dan hak-haknya sebagai anak terlindungi," tegas pihak sekolah.
Penanganan Pihak di Luar Lingkungan Sekolah
Menanggapi keberadaan seorang pria berseragam dinas dalam video tersebut, pihak SMK Negeri 1 Rembang menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian maupun sanksi karena yang bersangkutan berada di luar lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Batal Tampil di Hammersonic 2026, My Chemical Romance Pastikan Konser Tunggal di Jakarta
Banjir Bandang Sungai Cidadap Terjang Kampung Sawah Tengah Sukabumi, Permukiman Warga Terendam
Curhat Korban Banjir Aceh Tamiang: Bayi 10 Bulan Terpaksa Bertahan dengan Mi Instan Selama Hari-Hari Darurat
BPK Ungkap Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Belum Produktif Akibat Perubahan Kebijakan
Alat Berat Dikerahkan Pascabanjir di Aceh, Lumpur Mengeras Jadi Tantangan Baru Warga