INSIBERNEWS - Pemerintah menegaskan keseriusannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah situasi darurat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami dampak paling besar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat korban bencana mengalami krisis pangan di tengah kondisi yang sudah sulit. Karena itu, distribusi cadangan pangan dipercepat dan volumenya ditingkatkan secara signifikan.
Baca Juga: Menkeu Beri Ultimatum ke Bea Cukai, Kinerja Disorot dan Opsi Pembekuan Menguat
“Kami pastikan pengiriman cadangan pangan dari Bulog digandakan. Kalau biasanya seribu ton, sekarang bisa langsung dua ribu ton,” ujarnya saat menghadiri BIG Conference 2025, Senin, 8 Desember 2025.
Langkah penggandaan distribusi ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah pusat, Bulog, pemerintah daerah, serta aparat di lapangan.
Proses distribusi disebut dibuat lebih fleksibel agar bantuan bisa langsung menjangkau titik-titik pengungsian tanpa harus terkendala prosedur birokrasi yang panjang.
Baca Juga: Cuaca Jabodetabek Hari Ini, 9 Desember 2025: Siang Berpotensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada
Selain beras dan bahan pokok, pemerintah juga menyiapkan tambahan kebutuhan logistik lain seperti minyak goreng, mi instan, air bersih kemasan, hingga makanan siap saji. Bantuan ini diprioritaskan untuk kelompok paling rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Penyaluran cadangan pangan pemerintah dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.
Data kebutuhan diperbarui setiap hari berdasarkan laporan dari posko bencana, sehingga volume dan jenis bantuan dapat terus disesuaikan dengan kondisi terkini.
Baca Juga: Anak di Bawah Umur Masuk Medsos? Menkomdigi: Platform yang Akan Disanksi, Bukan Orang Tuanya
Pemerintah daerah setempat juga dilibatkan secara aktif dalam pendistribusian bantuan agar jalur distribusi lebih cepat dan tepat sasaran. Relawan, TNI, Polri, serta organisasi kemanusiaan ikut membantu proses pengiriman hingga ke daerah-daerah yang sulit diakses akibat jalan terputus atau longsor.
Zulkifli Hasan menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan bukan hanya agenda jangka pendek saat bencana, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, serta gangguan distribusi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Artikel Terkait
Tak Hanya Pertahanan, Prabowo Jelaskan Pentingnya Alutsista untuk Hadapi Bencana
Banjir Aceh Bak Gelombang Kedua, Prabowo Turun Langsung dan Ingatkan Negara Tak Boleh Lambat Saat Rakyat Terluka
Minta Tolong Tapi Ditinggal? Polemik BNPB Mencuat di Tengah Duka Banjir Aceh
Tak Sanggup Atasi Banjir, 3 Bupati Aceh Disorot: Antara Realita Lapangan dan Gengsi Kepemimpinan
Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir 10 Meter, Masjid Jadi Satu-Satunya Bangunan yang Masih Kokoh di Aceh
Tak Cuma Bonus, Negara Siapkan Dana Pensiun Atlet: Erick Thohir Buka Arah Baru untuk Masa Depan Olahragawan
Menjadi Sahabat Disabilitas, BRI Berdayakan Difabel Melalui Kegiatan Pelatihan dan Pemagangan
Anak di Bawah Umur Masuk Medsos? Menkomdigi: Platform yang Akan Disanksi, Bukan Orang Tuanya
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, 9 Desember 2025: Siang Berpotensi Hujan Petir, Warga Diminta Waspada
Menkeu Beri Ultimatum ke Bea Cukai, Kinerja Disorot dan Opsi Pembekuan Menguat