INSIBERNEWS - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports bergerak cepat merespons bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Perusahaan membuka posko bantuan khusus untuk memastikan distribusi logistik melalui jalur udara bisa dilakukan dengan cepat, tertib, dan terkoordinasi di tengah situasi darurat.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan bahwa seluruh jajaran telah siaga untuk membantu proses penyaluran bantuan yang masuk ke tiga wilayah terdampak.
Ia menegaskan, kehadiran posko tidak hanya sebagai pusat koordinasi, tetapi juga sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Dorong Sanksi Sosial untuk Pelaku Bullying, DPR Usulkan Rekam Jejak Pelanggaran Ditampilkan Publik
“Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh korban termasuk masyarakat luas yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sebagai pengelola bandar udara, kami sudah menyiapkan tiga bandara untuk memastikan alur distribusi bantuan berjalan lancar,” ujar Pahlevi.
Menurutnya, jalur udara selalu menjadi salah satu rute tercepat untuk membawa logistik ke wilayah bencana, terutama saat ruas jalan darat terganggu akibat kerusakan atau akses yang terbatas. Oleh karena itu, pihaknya menempatkan tim khusus untuk mengatur arus barang, relawan, dan peralatan yang masuk.
Baca Juga: Marshanda Berduka, Ayahanda Tercinta Tutup Usia di 58 Tahun
Adapun tiga bandara yang ditunjuk sebagai pusat pergerakan bantuan ialah Bandara Minangkabau di Sumatra Barat, Bandara Kualanamu di Sumatra Utara, serta Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh.
Ketiganya sudah menyiapkan area khusus untuk menampung kargo bantuan, mengatur waktu bongkar muat, hingga koordinasi dengan pihak TNI, BNPB, dan lembaga kemanusiaan lain.
Bandara Minangkabau menjadi yang pertama beroperasi sebagai posko sejak 28 November 2025. Sementara itu, Bandara Kualanamu dan Bandara Sultan Iskandar Muda resmi mengaktifkan posko masing-masing pada 29 November 2025. Dengan begitu, jalur distribusi bisa terhubung dari tiga titik utama di Pulau Sumatra.
Pahlevi menambahkan bahwa tim operasional telah disiapkan selama 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan bantuan, terutama dari pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, hingga pihak swasta yang ingin menyalurkan dukungan bagi korban.
Ia menekankan pentingnya sinergi agar distribusi tidak menumpuk dan bisa langsung diteruskan ke lokasi paling membutuhkan.
Selain mengurus alur logistik, posko juga difungsikan untuk mempermudah koordinasi informasi mengenai kondisi lapangan. InJourney Airports bekerja sama dengan otoritas penerbangan, maskapai, serta instansi terkait agar kebutuhan darurat—seperti obat-obatan, makanan siap konsumsi, dan perlengkapan evakuasi—bisa diprioritaskan.
Artikel Terkait
Pengamat Politik Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri Bentuk Tim Reformasi Internal: ‘Kenapa Baru Sekarang?’
TNI Genjot Distribusi Bantuan ke Aceh–Sumut: 11 Helikopter Dikerahkan, Tim Medis Turun ke Daerah Terisolasi
BRI Mendukung UMKM Naik Kelas dengan Kolaborasi Bersama SOGO
Bencana Besar di Sumatera: Korban Jiwa Tembus 303 Orang, Akses Masih Terputus dan Cuaca Tak Bersahabat
Keluar Penjara Berkat Rehabilitasi Presiden, Ira Puspadewi Akui Hidupnya ‘Dibakar’ untuk Jadi Emas
Heboh Video ‘Penjarahan’ di Sumut, BNPB: Itu Reaksi Warga yang Sudah Berhari-hari Tak Makan
Rosan Roeslani Beberkan Alasan Danantara Terlibat dalam Rencana Merger GOTO–Grab: 'Kesejahteraan Ojol Jadi Prioritas'
Marshanda Berduka, Ayahanda Tercinta Tutup Usia di 58 Tahun
AIR MATA DEWI PERSSIK DI AKMIL! Pesan Haru saat Gegep Resmi Jadi Taruna: "Jangan Pernah Tinggalkan Salat!
Dorong Sanksi Sosial untuk Pelaku Bullying, DPR Usulkan Rekam Jejak Pelanggaran Ditampilkan Publik