"Kontribusi positif ini penting untuk penyempurnaan Raperda APBD agar semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan daerah," ujar Andra Soni, menjanjikan proses penyusunan yang ketat sesuai PP No. 12 Tahun 2019 dan Permendagri No. 77 Tahun 2020.
Andra kemudian merespons berbagai pertanyaan fraksi. Ia menjamin transparansi pengelolaan anggaran, meningkatkan efektivitas belanja, dan memperkuat pendapatan daerah. Fokus utama: memastikan seluruh program pembangunan berorientasi pada masyarakat.
"Kebijakan pembangunan 2026 fokus pada pelayanan dasar dan penguatan ekonomi. Pemprov Banten menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2026 tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Salah satu poin menarik yang disorot adalah penurunan target pendapatan daerah di APBD 2026. Gubernur menjelaskan hal ini disebabkan oleh penurunan transfer dari pemerintah pusat dan penyesuaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat kebijakan keringanan pajak kendaraan bermotor.
Meskipun tantangan fiskal menghadang, Andra Soni memastikan sektor-sektor kunci tetap menjadi prioritas. Pendidikan, transportasi publik, kesehatan, dan ekonomi masyarakat disebutnya sebagai perhatian utama Pemprov Banten.
Artikel Terkait
KPK Tegaskan Kasus Google Cloud Masuk Penyidikan, Nama Nadiem Makarim Disebut Bakal jadi Tersangka
Penyadapan hingga Pemblokiran, Deret Kontroversi KUHAP Baru yang Disorot Publik usai Disahkan DPR
Longsor di Banjarnegara Robohkan Puluhan Rumah, 18 Orang Dilaporkan Hilang
22 Perenang Indonesia Siap Tempur di SEA Games 2025 Thailand, Berikut Nama-namanya
X Resmi Hapus Fitur DM, Ganti dengan ‘Chat’ Berlapis Enkripsi dan Panggilan Suara-Video
Ariana Grande Umumkan Positif COVID di Tengah Tur Promosi 'Wicked: For Good'