INSIBERNEWS - Kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) masih terus bergulir. Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan satu pun tersangka. Penyidik masih fokus memetakan peran biro-biro travel haji yang tersebar di berbagai daerah.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa para penyedia jasa perjalanan haji dan umrah menjadi kunci penting untuk mengurai benang kusut perkara ini.
Menurutnya, keberadaan mereka tersebar di seluruh Indonesia, sehingga penyidik harus turun langsung untuk menggali informasi.
Baca Juga: Lima Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final Korea Open 2025, Ini Jadwal Laga Hari Ini
“Travelnya ada di banyak wilayah. Jamaahnya sudah jelas, tinggal bagaimana peran travel dan pembagian kuotanya yang sedang kami dalami,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2025).
Saat ini, penyidik KPK tengah menaruh perhatian khusus di Jawa Timur. Fokus utama adalah menelusuri jumlah kuota haji khusus yang diberikan kepada travel, serta harga yang ditawarkan kepada calon jamaah.
Dugaan penyimpangan muncul karena ada selisih besar antara aturan resmi dan praktik di lapangan.
Baca Juga: Tertinggal Lebih Dulu, Barcelona Comeback Tekuk Oviedo 3-1 di Liga Spanyol
Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapatkan tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi dengan tujuan mempercepat antrean jamaah.
Sesuai regulasi, distribusi tambahan kuota itu seharusnya 92 persen untuk haji reguler dan hanya delapan persen untuk haji khusus. Namun, dalam praktiknya, sejumlah pihak diduga membagi secara tidak adil hingga 50 persen untuk masing-masing.
Skema yang melenceng itu diduga memberi keuntungan besar kepada pihak travel haji, karena kuota khusus biasanya ditawarkan dengan harga jauh lebih mahal dibanding kuota reguler. Kondisi inilah yang kemudian memicu kecurigaan adanya praktik korupsi dalam proses distribusi tambahan kuota tersebut.
Baca Juga: Nikita Mirzani Senang Saksi Ahli Dalam Persidangannya Hadir Semua
Dalam penyidikan, KPK sudah memeriksa sejumlah pejabat Kemenag. Selain itu, pihak dari penyelenggara travel umrah juga ikut dimintai keterangan. Nama ustaz Khalid Basalamah bahkan sempat disebut ikut dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam bisnis travel haji.
Meski banyak pihak sudah diperiksa, Asep menegaskan KPK masih berhati-hati dalam menentukan tersangka.
Artikel Terkait
Alice in Borderland Season 3 Tayang Hari Ini, Bawa Misteri Baru Arisu dan Usagi
Tuntut Nafkah 100 Perak ke Mantan Suami, Tasya Farasya Santai Pamer Tas Seharga 3,3 Miliar
Jelang Laga Timnas di Round 4 Pildun, Ternyata Ini Alasan Patrick Kluivert Coret Marselino untuk Tanding Lawan Arab Saudi dan Irak
Heboh Kasus Keracunan Ikan Hiu di Menu MBG, BGN Bakal Stop Jika Terbukti Berbahaya
Tanggapi Kasus Keracunan Massal MBG, BGN Bentuk Tim Investigasi hingga Tutup Dapur SPPG yang Bermasalah
Tragis! Gegara Tersinggung Ucapan Teman, Pemuda di Bengkalis Tega Bunuh Rekan Kerja hingga Tewas
Kejagung Geledah Kantor PT Saka Energi, Usut Dugaan Korupsi Akuisisi Blok Migas
Nikita Mirzani Senang Saksi Ahli Dalam Persidangannya Hadir Semua
Tertinggal Lebih Dulu, Barcelona Comeback Tekuk Oviedo 3-1 di Liga Spanyol
Lima Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final Korea Open 2025, Ini Jadwal Laga Hari Ini