Heboh Kasus Keracunan Ikan Hiu di Menu MBG, BGN Bakal Stop Jika Terbukti Berbahaya

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 25 September 2025 | 20:05 WIB
Heboh Kasus Keracunan Ikan Hiu di Menu MBG, BGN Bakal Stop Jika Terbukti Berbahaya (Ilustrasi: Freepik)
Heboh Kasus Keracunan Ikan Hiu di Menu MBG, BGN Bakal Stop Jika Terbukti Berbahaya (Ilustrasi: Freepik)

INSIBERNEWS - Kasus keracunan akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa siswa SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Dikabarkan sebanyak 24 siswa dan seorang guru diduga keracunan usai mengonsumsi MBG dengan lauk yang terdengar tidak bisa, yakni daging ikan hiu.

Pemberian olahan ikan hiu sebagai menu MBG menyesuaikan dengan kearifan lokal, sebab hiu goreng dianggap lazim dikonsumsi oleh warga di Kabupaten Ketapang, Kalbar.

Baca Juga: Jelang Laga Timnas di Round 4 Pildun, Ternyata Ini Alasan Patrick Kluivert Coret Marselino untuk Tanding Lawan Arab Saudi dan Irak

Menanggapi kabar keracunan yang merugikan puluhan siswa itu, Badan Gizi Nasional (BGN) dalam konferensi pers di Cibubur, Jawa Barat, Kamis, menegaskan menu ikan hiu hanya diberikan dua kali sepanjang pelaksanaan MBG di sekolah tersebut.

Diungkapkan oleh Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang apabila ada menu MBG yang terbukti membahayakan, maka pihaknya akan berhenti menggunakan bahan tersebut walaupun banyak dipakai di wilayah itu.

BGN juga menyatakan sikap akan bertanggung jawab menanggung seluruh biaya pengobatan akibat keracunan MBG.

Baca Juga: Tuntut Nafkah 100 Perak ke Mantan Suami, Tasya Farasya Santai Pamer Tas Seharga 3,3 Miliar

Nanik menegaskan BGN tidak membebankan sepeserpun biaya pengobatan kepada pihak orang tua, sekolah, maupun pemerintah daerah untuk kasus-kasus keracunan MBG.

"Kita enggak membebani apapun pada orang tua atau kepada pemerintah daerah, jadi nanti tinggal pihak rumah sakit memanggil kami, dari BGN," ujar Nanik.

Daging ikan hiu diketahui memiliki terlalu banyak kandungan merkuri, sehingga diduga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi.***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X