“Pengelolaan SAL harus efisien dan optimal, karena fungsi stabilisasi fiskal sangat penting di tengah dinamika ekonomi dunia maupun tantangan dalam negeri,” ujar Sri Mulyani dalam paparannya.
Kondisi perekonomian global yang penuh risiko, mulai dari fluktuasi harga komoditas, potensi perlambatan ekonomi, hingga ketegangan geopolitik, membuat pemerintah harus memiliki bantalan fiskal yang kuat. Dengan SAL dan HPA, pemerintah berharap APBN 2026 bisa lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada pembiayaan utang.
Baca Juga: BI Kembali Pangkas Suku Bunga, Ekonomi Nasional Diharap Makin Ngebut
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus melindungi ruang belanja produktif, khususnya untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan program perlindungan sosial.
Dengan adanya cadangan fiskal yang lebih kuat, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap solid menghadapi tantangan di tahun depan.
Artikel Terkait
Reaksi Lisa Mariana Usai Ridwan Kamil Bukan Ayah Kandung Anaknya : Tidak Akan Kubiarkan Kecurangan Terjadi
Bahas Tunjangan Fantastis, Adies Kadir: Anggota DPR Tak Mungkin Ngekos Rp3 Juta Sebulan
Jalani Mediasi Bersama Fandy christian, Dahlia Poland Komitmen Ingin Bercerai
Tanggapi Kematian Raya, KDM Hukum Desa Cianiaga, Sukabumi Bansos Ditahan
Anggota DPR Pada Joget, Sikap Diam Pasha Ungu Tuai Pujian di Rapat Tahunan MPR
Heboh! Denny Sumargo Umumkan Ada Artis Inisial A Hamili Perempuan berinisial I, Seru Artis Segera Selesaikan Masalahnya
BI Kembali Pangkas Suku Bunga, Ekonomi Nasional Diharap Makin Ngebut
Zulhas Pastikan Aturan Kopdes Merah Putih Rampung, 15 Ribu Siap Jalan Tahun Ini
OJK Tekankan Pentingnya Lapor Cepat, 12 Jam Pertama Jadi Kunci Selamatkan Uang dari Penipu
KPK Buka Kasus Baru Korupsi Bansos, Kerugian Negara Sementara Ditaksir Rp200 Miliar