Beberapa pengguna JNE mengeluhkan melalui akun resmi perusahaan di X tentang penipuan yang diduga memanfaatkan data pelanggan, termasuk panggilan dari orang yang mengaku kurir dan hilangnya barang pesanan.
Baca Juga: Presiden Peru Dorong Ekspor Blueberry dan Delima ke Pasar Indonesia
Hingga berita ini diturunkan, JNE belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data.
Belum ada konfirmasi apakah kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang, namun risiko pencurian identitas, penipuan, dan serangan phishing menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Lebih dari 100 Agen Perjalanan Haji Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Ibadah
Para pakar keamanan digital menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat.
Pengguna disarankan untuk memantau aktivitas akun mereka, mengganti kata sandi, dan berhati-hati terhadap pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan JNE. ***
Artikel Terkait
Soal Nikita Mirzani Sering Dipaksa Pakai Rompi Tahanan Oleh Jaksa, Pengacaranya Sebut Nikita Belum Divonis Bersalah
Lebih dari 100 Agen Perjalanan Haji Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Ibadah
Presiden Peru Dorong Ekspor Blueberry dan Delima ke Pasar Indonesia
Demo di Kantor Bupati Pati Memanas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Water Canon
Rayakan HUT ke-80 RI, Destinasi Wisata Ini Tawarkan Diskon hingga Gratis Tiket Masuk
Tompi Undurkan Diri dari WAMI, Soroti Ketidakjelasan Royalti Musik
Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara Dialihkan
Hati-Hati! Kuota 50GB Gratis Spesial HUT RI di WhatsApp Ternyata Hoaks
Bobby Rasyidin Resmi Jabat Direktur Utama KAI, Susunan Direksi dan Komisaris Diperbarui
Kenapa Cowok Suka Naik Moge? Ternyata Bukan Cuma Mau Keliatan Ganteng, Ini Alasannya!