Bocornya Data Pelanggan JNE, 81 Juta Informasi Terancam Disalahgunakan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:35 WIB
Ilustrasi Kebocoran Data di Situs Gelap (Foto : Unsplash.com/CasparCamile)
Ilustrasi Kebocoran Data di Situs Gelap (Foto : Unsplash.com/CasparCamile)

INSIBERNEWS - Kasus dugaan kebocoran data pelanggan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) kembali menjadi sorotan publik.

Informasi terkait peretasan ini pertama kali muncul di sebuah forum gelap pada Senin, 11 Agustus 2025.

Baca Juga: Kenapa Cowok Suka Naik Moge? Ternyata Bukan Cuma Mau Keliatan Ganteng, Ini Alasannya!

Pengunggah dengan nama akun “R0m4nce” mengklaim memiliki data pelanggan JNE dari Mei hingga 8 Agustus 2025.

Dalam unggahannya, ia menyebut total data mencapai 81,47 juta baris yang memuat informasi sensitif pelanggan.

Data yang bocor disebut memuat nomor resi, nama penerima, alamat lengkap, nomor ponsel, hingga rincian barang yang dikirim.

Pelaku mengaku telah mencoba menghubungi pihak JNE, namun tidak mendapat tanggapan sehingga memutuskan menjual data tersebut secara publik di forum gelap.

Baca Juga: Hati-Hati! Kuota 50GB Gratis Spesial HUT RI di WhatsApp Ternyata Hoaks

Format data yang ditawarkan tersedia dalam CSV dan JSON, dengan ukuran mencapai 245 GB tanpa kompresi.

Pelaku bahkan menyediakan cuplikan sample yang bisa diunduh, memperlihatkan jelas data pribadi milik pelanggan yang berpotensi disalahgunakan.

Harga untuk membeli seluruh data diklaim sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta.

Selain itu, pelaku menawarkan opsi pembelian sebagian dengan harga yang dapat dinegosiasikan sesuai kesepakatan pembeli.

Baca Juga: Bobby Rasyidin Resmi Jabat Direktur Utama KAI, Susunan Direksi dan Komisaris Diperbarui

Kasus ini memicu kekhawatiran warganet.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X