Tragis! KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Sisir Bangkai Kapal

Photo Author
- Minggu, 6 Juli 2025 | 17:10 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali (Foto : ist)
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali (Foto : ist)

INSIBERNEWS - Di bawah permukaan Selat Bali yang bergolak, tim SAR gabungan tak kenal lelah mencari jejak 29 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang masih hilang pasca-tragedi tenggelamnya kapal feri tersebut.

Hingga Minggu pagi, 6 Juli 2025, operasi pencarian memasuki fase krusial dengan ditemukannya bangkai kapal di dasar laut, membawa secercah harapan bagi keluarga yang menanti kabar.

Baca Juga: Jadi Korban Pelecehan Saat Isi Acara di Bekasi, Nadin Amizah: Tubuhku Kesentuh Tanpa Izin, Aku Merasa Kotor

Bangkai kapal itu terdeteksi pada kedalaman 40 hingga 60 meter, namun posisinya telah bergeser sekitar 800 meter ke selatan dari lokasi awal kejadian, menambah tantangan dalam misi penyelamatan ini.

Baca Juga: Taemin SHINee Dikecam Usai Beri Komentar Kontroversial Tentang Ramalan Gempa Jepang

Tim SAR kini memfokuskan upaya pada bangkai kapal, dengan dugaan kuat bahwa beberapa korban mungkin masih terjebak di dalamnya.

“Kami menduga ada kemungkinan korban berada di dalam kapal, tapi semua harus dibuktikan dengan pemeriksaan langsung,” ujar Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, saat berbincang dengan wartawan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: Absen di Pemakaman Diogo Jota, Cristiano Ronaldo Dituding Tak Berempati

Untuk memastikan, tim mengerahkan teknologi canggih seperti Remotely Operated Vehicle (ROV) guna memetakan struktur kapal sebelum para penyelam turun ke dasar laut.

Penyelaman bukan perkara mudah. Sebanyak 22 penyelam profesional dari Basarnas, ditambah 15 personel tambahan dari TNI Angkatan Laut, dikerahkan untuk menjelajahi setiap sudut bangkai kapal.

Baca Juga: Bertumbuh dan Naik Kelas Bersama BRI, UMKM Teh Asal Bogor Sukses Tembus Pasar Global

“Kami akan menyisir semua ruangan, mulai dari palka, lorong, hingga ruang mesin. Tak ada yang boleh terlewat,” tegas Ribut.

Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya juga memastikan keamanan operasi dengan mengerahkan gugus keamanan laut, menjaga para penyelam dari ancaman arus bawah laut yang ganas.

Namun, alam tak selalu berpihak. Cuaca di Selat Bali menjadi musuh tak terlihat bagi tim SAR. Angin kencang dengan kecepatan 4 hingga 20 knot, gelombang setinggi dua meter, dan arus bawah laut yang mencapai 1,5 hingga 2 meter per detik menyulitkan operasi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X