INSIBERNEWS – Sebuah webtoon kontroversial asal Korea Selatan kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan akan diadaptasi menjadi serial drama televisi.
Webtoon berjudul “Murid SD-ku Tersayang” (Kor: 내가 사랑하는 초등학생) dinilai meromantisasi hubungan tidak pantas antara guru dan murid sekolah dasar, hingga menuai kritik tajam dari masyarakat serta organisasi guru.
Konten cerita yang dinilai mengarah pada pedofilia dan praktik grooming ini dianggap membahayakan, terlebih karena mencoba membungkus narasi kekerasan seksual terhadap anak dalam balutan kisah cinta.
Baca Juga: PT Shankara Akuisisi Saham Jagonya Ayam: Strategi Baru Keluarga Haji Isam
Webtoon yang sempat tayang di platform Naver dan Kakao Webtoon ini berkisah tentang seorang guru perempuan yang menjalin hubungan emosional dan romantis dengan murid laki-laki kelas 5 SD setelah mereka bertemu dalam sebuah game online.
Cerita yang semula tayang dari 2015 hingga 2020 itu, kembali diperbincangkan setelah rencana adaptasi dramanya diumumkan pada pertengahan 2025.
Organisasi Guru Korea Kecam Keras
Pada 1 Juli 2025, Korean Federation of Teachers’ Associations (KFTA) menyampaikan pernyataan resmi yang mengecam keras proyek adaptasi ini.
Baca Juga: Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal
Dalam rilisnya, KFTA menilai bahwa karya tersebut telah meromantisasi tindakan grooming dan menjadikan anak sebagai objek seksual.
“Drama ini mengangkat tindakan kriminal sebagai sesuatu yang romantis. Ini tidak romantis, dan ini bukanlah kisah cinta. Guru seharusnya menjadi pelindung, bukan pelaku,” tegas KFTA dalam pernyataannya.
Mereka juga mengkhawatirkan dampak psikologis pada aktor cilik yang terlibat, serta potensi eksploitasi emosional dan trauma jangka panjang yang bisa ditimbulkan dari keterlibatan anak-anak dalam proyek sensitif seperti ini.
Baca Juga: Ungkap Kecewa, Tom Lembong Nilai Kejagung Tak Profesional Usai Dituntut 7 Tahun Penjara
“Ketika guru digambarkan sebagai pelaku grooming, ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan,” lanjut pernyataan tersebut.
Apa Itu Pedofilia dan Grooming?
Pedofilia secara psikologis adalah gangguan parafilia, di mana seseorang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak di bawah usia pubertas, umumnya di bawah 13 tahun.
Dalam hukum dan masyarakat, pedofil merujuk pada pelaku kejahatan seksual terhadap anak, terlepas dari diagnosis medis.
Baca Juga: Klarifikasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Satu Rupiah pun Tak Ada dari Uang Negara
Sementara itu, grooming adalah proses manipulasi psikologis di mana pelaku membangun hubungan, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan korban—seringkali anak-anak—untuk tujuan mengeksploitasi mereka secara seksual atau emosional.
Grooming bisa berlangsung secara langsung maupun lewat media digital, termasuk melalui game dan platform sosial.
Imbas Kecaman Publik
Kritik luas dari publik, media, dan kalangan profesional pendidikan membuat dua platform besar, Naver Webtoon dan Kakao Webtoon, menarik konten tersebut dari peredaran.
Baca Juga: Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan, AgenBRILink Ini Sukses Punya 3 Cabang
Per 3 Juli 2025, saat diakses, webtoon tersebut sudah tidak lagi tersedia. Di laman web, muncul pemberitahuan, “Webtoon tidak ditemukan dan tidak dijual.”
Perwakilan Naver menyatakan bahwa mereka mengambil langkah ini karena konten tersebut menimbulkan polemik dan memicu reaksi negatif publik.
Kakao Webtoon juga menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan pihak penerbit.
Artikel Terkait
7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain
Klarifikasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Satu Rupiah pun Tak Ada dari Uang Negara
Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025
Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal
Ungkap Kecewa, Tom Lembong Nilai Kejagung Tak Profesional Usai Dituntut 7 Tahun Penjara
PT Shankara Akuisisi Saham Jagonya Ayam: Strategi Baru Keluarga Haji Isam