INSIBERNEWS – Suasana duka menyelimuti dunia sepak bola Portugal setelah dua sosok yang dikenal luas di kalangan pecinta olahraga, Diogo Jota (28) dan sang adik Andre Silva (24), meninggal dunia akibat kecelakaan mobil tragis pada Rabu malam (2/7/2025) di wilayah utara Portugal.
Pemakaman keduanya digelar secara bersamaan pada Sabtu pagi (5/7/2025) di kota kelahiran mereka, Gondomar, dihadiri ratusan pelayat yang datang dari berbagai kalangan dari keluarga dan kerabat, hingga pesohor sepak bola Portugal.
Namun di tengah suasana haru dan kehilangan, ketidakhadiran sosok Cristiano Ronaldo justru menjadi perbincangan hangat.
Baca Juga: Bertumbuh dan Naik Kelas Bersama BRI, UMKM Teh Asal Bogor Sukses Tembus Pasar Global
Keputusan sang kapten legendaris tim nasional Portugal untuk tidak menghadiri pemakaman Diogo Jota dan Andre Silva menuai reaksi beragam.
Banyak yang menyayangkan ketidakhadiran pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi simbol semangat nasional dan solidaritas Portugal itu.
Ronaldo Tak Hadir, Pemain Timnas Lain Turut Melayat
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dengan penjagaan ketat dan pengamanan dari kepolisian setempat.
Baca Juga: Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Sejumlah bintang timnas Portugal seperti Bernardo Silva, Diogo Dalot, Joao Cancelo, dan Ruben Neves hadir langsung di lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada rekan dan sahabat mereka.
Para pemain tampak tak kuasa menahan air mata saat peti jenazah Jota dan Andre Silva dibawa menuju liang lahat.
“Ini adalah hari paling menyakitkan dalam hidup saya sebagai rekan satu tim,” ucap Bernardo Silva singkat kepada awak media usai pemakaman. “Jota bukan hanya pemain hebat, tapi juga pribadi yang rendah hati dan sangat peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Kami semua hancur.”
Baca Juga: Rumah Tangga Chikita Meidy di Ujung Tanduk, Diduga Lempar Botol ke Suami
Diogo Jota, yang dikenal sebagai penyerang andalan Liverpool dan Portugal, baru saja menyelesaikan musim kompetitif yang sukses dan digadang-gadang akan menjadi salah satu tulang punggung timnas dalam gelaran Euro 2028 mendatang.
Sementara Andre Silva dikenal aktif sebagai pelatih muda akademi lokal dan tengah meniti karier di bidang olahraga komunitas.
Alasan Ketidakhadiran Ronaldo: Tak Ingin Alihkan Fokus Duka
Cristiano Ronaldo, yang saat ini bermain di Arab Saudi bersama Al-Nassr, tidak hadir dalam prosesi pemakaman tersebut.
Baca Juga: Viral Rumahnya Digeruduk Massa, ‘Mas Pelayaran’ yang Diduga Aniaya Driver ShopeeFood Minta Maaf
Pihak terdekat Ronaldo menyampaikan bahwa sang pemain memutuskan untuk tidak datang karena kekhawatiran akan menciptakan gangguan media dan sorotan publik yang berlebihan di tengah suasana duka keluarga Jota.
“Cristiano merasa kehadirannya akan membuat kamera dan media terlalu fokus padanya, bukan pada penghormatan bagi dua orang yang telah berpulang.
Ia tidak ingin momen ini berubah menjadi sorotan yang salah,” ungkap seorang sumber dekat Ronaldo yang tidak ingin disebutkan namanya.
Baca Juga: Romantisasi Hubungan Guru dan Murid SD, Adaptasi Drama 'My Beloved Elementary School Student' Picu Amarah Publik
Meskipun alasan tersebut terdengar logis bagi sebagian pihak, namun banyak netizen dan media lokal menganggap absennya Ronaldo sebagai bentuk ketidaksensitifan terhadap momen kehilangan nasional.
Beberapa stasiun TV bahkan membuka diskusi khusus seputar “tanggung jawab moral figur publik dalam masa duka nasional.”
Katia Aveiro Angkat Bicara: “Malu dengan Media Kami Sendiri”
Melihat gelombang kritik yang menghujani sang adik, Katia Aveiro, kakak kandung Cristiano Ronaldo, akhirnya bersuara melalui unggahan emosional di Instagram Story-nya.
Baca Juga: Gulung Tikar Setelah 30 Tahun, PT Sanken Indonesia PHK Massal Karyawan Per 1 Juli
Dalam unggahan tersebut, ia menyayangkan fokus publik yang lebih mengedepankan absennya Ronaldo ketimbang menguatkan keluarga korban.
"Sungguh memalukan menonton saluran TV, komentator, dan jejaring sosial yang menekankan ketidakhadiran (bijaksana) daripada dengan hormat menghormati rasa sakit keluarga yang hancur karena kehilangan dua saudara laki-laki," tulis Katia. "Saya bahkan malu untuk menontonnya. Menyedihkan."
Pernyataan tersebut menuai beragam reaksi. Sebagian pengguna media sosial setuju bahwa ketidakhadiran Ronaldo seharusnya tidak menjadi sorotan utama.
Baca Juga: PT Shankara Akuisisi Saham Jagonya Ayam: Strategi Baru Keluarga Haji Isam
Namun ada pula yang menilai bahwa sebagai figur publik paling berpengaruh di Portugal, Ronaldo memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, atau setidaknya mengirimkan perwakilan atau pernyataan terbuka kepada keluarga korban.
Federasi Sepak Bola dan Liverpool Sampaikan Dukacita
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) turut menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tragis ini. Dalam keterangannya, FPF menyebut kematian Diogo Jota sebagai “kehilangan besar tidak hanya bagi sepak bola nasional, tetapi juga bagi semangat persatuan bangsa Portugal.”
Presiden FPF, Fernando Gomes, mengungkapkan, “Jota adalah representasi dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi dalam sepak bola modern Portugal. Kami tidak hanya kehilangan seorang pemain, tetapi juga seorang panutan.”
Baca Juga: Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal
Klub asal Jota, Liverpool FC, juga mengibarkan bendera setengah tiang di Anfield pada hari pemakaman, serta mengunggah video kenangan perjalanan karier sang pemain di akun media sosial resmi klub.
Sejumlah mantan rekan setimnya di Liverpool seperti Virgil van Dijk dan Mohamed Salah juga menuliskan pesan dukacita mereka.
Luka Mendalam dan Harapan
Tragedi ini menjadi cermin betapa rentannya hidup, bahkan bagi mereka yang terlihat tak tergoyahkan di lapangan hijau.
Baca Juga: Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025
Banyak pihak berharap agar peristiwa ini bisa menjadi momentum refleksi, tidak hanya untuk para pesepak bola, tetapi juga untuk media dan masyarakat luas dalam menyikapi duka secara lebih manusiawi.
Kini, dua nama yang sebelumnya membawa harapan dan kebanggaan bagi sepak bola Portugal telah tiada.
Diogo Jota dan Andre Silva akan selalu dikenang bukan hanya karena prestasi mereka, tetapi juga karena meninggalkan warisan solidaritas yang kini sedang diuji oleh waktu dan publik.
Baca Juga: Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan, AgenBRILink Ini Sukses Punya 3 Cabang
Artikel Terkait
Gulung Tikar Setelah 30 Tahun, PT Sanken Indonesia PHK Massal Karyawan Per 1 Juli
Romantisasi Hubungan Guru dan Murid SD, Adaptasi Drama 'My Beloved Elementary School Student' Picu Amarah Publik
Viral Rumahnya Digeruduk Massa, ‘Mas Pelayaran’ yang Diduga Aniaya Driver ShopeeFood Minta Maaf
Rumah Tangga Chikita Meidy di Ujung Tanduk, Diduga Lempar Botol ke Suami
Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Bertumbuh dan Naik Kelas Bersama BRI, UMKM Teh Asal Bogor Sukses Tembus Pasar Global