PT Shankara Akuisisi Saham Jagonya Ayam: Strategi Baru Keluarga Haji Isam

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:38 WIB
Akuisisi saham KFC, Haji Isam lebarkan sayap bisnis (Istimewa)
Akuisisi saham KFC, Haji Isam lebarkan sayap bisnis (Istimewa)

INSIBERNEWS – Nama Haji Isam kembali mencuat di jagat bisnis nasional usai dikabarkan mengakuisisi sebagian saham PT Jagonya Ayam Indonesia, perusahaan yang menaungi gerai cepat saji ternama Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut terus memperluas kerajaan bisnisnya ke sektor baru yang menjanjikan.

Dari Jalan Batulicin Ke Bursa Efek Indonesia

Lahir dengan nama lengkap Andi Syamuddin Arsyad, Haji Isam bukanlah pengusaha instan. Perjalanan kariernya dimulai dari bawah.

Baca Juga: Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal


Dahulu ia dikenal sebagai tukang ojek dan operator alat berat di Batulicin, Kalimantan Selatan.

Namun pertemuan krusial dengan Johan Maulana, pebisnis tambang, membuka gerbang baru dalam hidupnya.

Pada 2001, ia bekerja di perusahaan tambang milik Johan. Di sana, Haji Isam tak sekadar bekerja, melainkan belajar dan menyerap pengetahuan industri dengan penuh semangat.

Baca Juga: Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025

Dua tahun berselang, ia mendirikan CV Jhonlin Baratama yang berkembang pesat menjadi PT Jhonlin Baratama kontraktor tambang yang kini menghasilkan 400.000 ton batu bara per bulan dan omzet Rp40 miliar.

Kerja kerasnya membuahkan hasil besar. Haji Isam membentuk Jhonlin Group yang kini menjelma konglomerasi dengan portofolio bisnis di sektor batu bara, aviasi, logistik, hingga biodiesel.

Bahkan, peresmian salah satu fasilitas biodieselnya dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, menandai pengaruh kuatnya di industri energi nasional.

Baca Juga: 7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain

Langkah Strategis Masuk Ke Industri Makanan Cepat Saji

Tak puas dengan pencapaian di sektor energi dan logistik, Haji Isam kini melirik industri makanan cepat saji.

Melalui perusahaannya PT Shankara Fortuna Nusantara, ia resmi membeli 15 persen saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), anak usaha dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dengan nilai transaksi mencapai Rp54,4 miliar.

Transaksi ini mencakup pembelian 41,8 persen saham Seri A JAI. Meski demikian, FAST masih mempertahankan status sebagai pemegang saham pengendali dengan 55 persen kepemilikan.

Baca Juga: Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan, AgenBRILink Ini Sukses Punya 3 Cabang

Corporate Secretary FAST, Dalimin Juwono, menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya memberikan ruang bagi penguatan finansial dan operasional JAI, tapi juga membuka potensi efisiensi rantai pasok ayam dan daging olahannya sektor yang menjadi fokus bisnis Haji Isam.

Shankara Fortuna Nusantara: Dikuasi Keluarga Haji Isam

Shankara Fortuna Nusantara sendiri adalah perusahaan yang didirikan pada 13 Desember 2024, dan telah mengantongi pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada 16 Desember 2024.

Perusahaan ini dikuasai oleh keluarga Haji Isam. Anak perempuannya, Liana Saputri, dan menantunya, Putra Rizky Bustaman, masing-masing memiliki 45 persen saham.

Baca Juga: Bentuk Kampung Haji Bareng Arab Saudi Saudi, Prabowo Siapkan Tim Khusus Bentuk Kajian dan Regulasi

Liana menjabat sebagai Komisaris, sedangkan sang suami menjadi Direktur Utama. Sisanya, 10 persen saham dimiliki oleh Bani Adityasuny Ismiarso, yang juga menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut.

Shankara bergerak di sektor perdagangan besar daging ayam dan produk olahannya, termasuk daging ayam beku dan yang diawetkan.

Masuknya perusahaan ini ke JAI memberi sinyal kuat bahwa integrasi vertikal dalam industri pangan adalah target besar berikutnya bagi kerajaan bisnis Haji Isam.

Baca Juga: Kenapa Aktor Park Seo Joon Gugat Restoran Kecil? Ini Fakta di Baliknya

Ambisi Tak Terbendung

Langkah akuisisi ini menunjukkan bahwa Haji Isam tak hanya piawai di sektor tambang dan energi, tetapi juga lihai membaca potensi pasar baru.

Investasi di KFC membuka peluang besar untuk memperkuat ekosistem bisnisnya dari hulu ke hilir, khususnya di sektor pangan yang terus tumbuh di Indonesia.

Dengan latar belakang yang menginspirasi dan strategi bisnis yang agresif, Haji Isam sekali lagi membuktikan bahwa visi besar dan kerja keras bisa mengantar siapa pun dari jalanan menuju puncak dunia bisnis dan kini, ia siap menyajikan ayam goreng krispi ke seluruh penjuru negeri secara harfiah.

Baca Juga: Ariel Milih Absen Dari Reuni Peterpan Tahun Ini, Simak Alasannya!

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X