Lewat Rapat Daring Malam Hari, Prabowo Rumuskan Arah Baru Ketahanan Nasional

Photo Author
- Senin, 30 Juni 2025 | 18:36 WIB
Prabowo Subianto (Foto: istimewa)
Prabowo Subianto (Foto: istimewa)

INSIBERNEWS — Di tengah padatnya agenda kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto tak menyia-nyiakan waktu. Usai menyelesaikan kunjungan kerja di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6) malam, Prabowo langsung menggelar rapat terbatas (ratas) secara virtual bersama jajaran kabinetnya.

Rapat itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin bergerak cepat dan tak menunda penyusunan kebijakan strategis lintas sektor.

Baca Juga: Belum Usai Haji 2025, Arab Saudi Sudah Tancap Gas Siapkan Musim Haji 2026

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa rapat digelar mulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Agenda yang dibahas terbilang padat dan mencakup banyak sektor penting, dari pertanian hingga urusan pertahanan dan teknologi tinggi.

Baca Juga: Jabatan Dubes Kosong di Negara Penting, Menlu Sugiono Akui Kecolongan dan Janjikan Perbaikan Cepat

“Presiden memimpin rapat terbatas melalui konferensi video bersama sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih, untuk membahas arah dan langkah strategis di berbagai bidang,” kata Teddy dalam keterangannya, Senin (30/6).

Baca Juga: Semakin Praktis, Melalui Fitur Loan On App di Super App BRImo Nasabah Kini Bisa Cairkan Limit Kartu Kredit ke Rekening Tabungan!

Beberapa sektor yang mendapat perhatian serius dalam rapat tersebut meliputi kelautan, pendidikan tinggi dan sains, investasi, pertanian, serta bidang transportasi seperti perkapalan dan penerbangan.

Presiden disebut ingin menyusun strategi jangka panjang agar sektor-sektor ini bisa menopang daya tahan nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga: Masuk Musim Kemarau, Tapi Udara Semakin Sejuk? Simak Alasannya Berikut Ini!

Tak hanya melibatkan para menteri, ratas kali ini juga mengundang dua pimpinan industri strategis nasional, yakni Dirut PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan dan Dirut PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pemerintah tengah serius membangun ekosistem pertahanan nasional yang berbasis pada kemandirian teknologi.

“Rapat ini juga membahas keterlibatan industri dalam membangun kekuatan nasional. Dirgantara dan Pindad dipanggil karena mereka bagian penting dalam agenda kemandirian pertahanan kita,” lanjut Teddy.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X