SADIS! Lima Warga di Aceh Tenggara Tewas Dibacok Tetangga Sendiri, Pelaku Masih Buron

Photo Author
- Selasa, 17 Juni 2025 | 15:02 WIB
Ilustrasi Pembacokan (Foto : istimewa)
Ilustrasi Pembacokan (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Warga Desa Uning Segugur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, dikejutkan oleh tragedi berdarah yang terjadi Senin siang, 16 Juni 2025. Seorang petani bernama Ardiansyah Putra (35), mendadak mengamuk dan menyerang sejumlah tetangganya dengan golok.

Lima orang tewas seketika dalam insiden tersebut, termasuk seorang balita dan dua anak remaja, sementara satu korban lainnya mengalami luka bacok parah dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Kegaduhan di Pesawat: Ancaman Bom Paksa Saudia Airlines Darurat di Kualanamu

Para korban yang tewas dalam kejadian nahas itu adalah Nayan (50), Elvi (16), Laura (13), Dayat (26), dan Fajri, balita berusia dua tahun. Seluruhnya merupakan warga desa yang sama dan dikenal oleh pelaku.

Matiah (51), satu-satunya korban selamat, masih dalam kondisi kritis dan tengah dirawat di RSUD Sahudin Kutacane. Warga desa yang biasanya hidup dalam keakraban mendadak diliputi duka dan ketakutan mendalam.

Baca Juga: TEGA! Suami di Tangsel Bunuh Istrinya Sendiri, Motif Masih Diselidiki Polisi

Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Yasir membenarkan kejadian ini dan menyebut pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku.

“Pelaku merupakan warga Desa Alur Langsat, Kecamatan Tanoh Alas. Ia menyerang korban dengan sebilah golok. Saat ini kami sedang memburunya,” ujar Kompol Yasir dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Chelsea Buka Piala Dunia Antarklub 2025 dengan Gaya, Tumbangkan LAFC 2-0

Ia juga memastikan tim gabungan dari Polres dan Polda Sumut dikerahkan untuk menyisir lokasi-lokasi kemungkinan persembunyian pelaku, termasuk hutan dan wilayah perbukitan.

Hingga kini motif pelaku masih misterius. Sejumlah warga mengatakan Ardiansyah dikenal sebagai pribadi tertutup dan tidak pernah terlibat konflik dengan warga sekitar. Aksi brutal yang dilakukan pun mengejutkan banyak pihak.

Sebagian warga menduga ada persoalan pribadi atau tekanan psikologis yang belum diketahui publik. Namun yang pasti, insiden tersebut menyisakan luka yang dalam dan trauma bagi keluarga serta masyarakat sekitar.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Belanda Bangun Tanggul Laut Raksasa: Proyek Rp1.297 Triliun demi Selamatkan Pesisir Jawa

Amarah warga tak terbendung. Usai kejadian, mereka membakar sepeda motor yang diduga milik pelaku sebagai bentuk protes dan luapan emosi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X