Beberapa warga bahkan memilih untuk tidak keluar rumah karena khawatir pelaku masih berkeliaran di sekitar wilayah mereka. Kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses pengejaran kepada aparat.
Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan meminta masyarakat agar tetap waspada.
“Kami meminta warga membatasi aktivitas luar rumah sementara waktu. Mari bersama-sama menjaga ketertiban sampai pelaku tertangkap,”
ujarnya. Ia juga meminta warga yang mengetahui informasi tentang pelaku untuk segera melapor agar proses penangkapan segera tuntas.
Peristiwa ini menjadi tragedi yang membekas dalam ingatan masyarakat. Kehilangan lima nyawa sekaligus, terlebih anak-anak yang masih memiliki masa depan panjang, menjadi luka kolektif yang akan sulit dilupakan.
Kini, seluruh mata tertuju pada aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap alasan di balik amukan berdarah tersebut. Masyarakat hanya berharap keadilan ditegakkan dan rasa aman kembali pulih di Desa Uning Segugur.
Artikel Terkait
Lolos dan Ditunjuk AFC Jadi Tuan Rumah Round 4, Ternyata Segini Ranking FIFA Arab Saudi
MIRIS! Gegara Ditolak BPJS, Nyawa Bocah 12 Tahun Melayang Akibat Birokrasi Kesehatan
Indonesia Gandeng Belanda Bangun Tanggul Laut Raksasa: Proyek Rp1.297 Triliun demi Selamatkan Pesisir Jawa
Dari Singapura ke Rusia: Prabowo Lanjutkan Diplomasi Maraton Bersama Putin
Chelsea Buka Piala Dunia Antarklub 2025 dengan Gaya, Tumbangkan LAFC 2-0
BRI Fellowship Journalism 2025 Kukuhkan 45 Jurnalis sebagai Penerima Beasiswa Pascasarjana
Tiket Mulai Rp1,2 Jutaan! Mariah Carey Siap Konser di Indonesia Oktober Mendatang, Catat Tanggalnya!
Aksi Saling Tarik Anak Berujung Pengeroyokan: ASN Dianiaya di Mal Kelapa Gading
TEGA! Suami di Tangsel Bunuh Istrinya Sendiri, Motif Masih Diselidiki Polisi
Kegaduhan di Pesawat: Ancaman Bom Paksa Saudia Airlines Darurat di Kualanamu