Waspada! COVID-19 Kembali Naik di Asia, Indonesia Jangan Sampai Kecolongan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:48 WIB
Ilustrasi Virus (Foto : Alodokter)
Ilustrasi Virus (Foto : Alodokter)

INSIBERNEWS - Kementerian Kesehatan kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus COVID-19, menyusul meningkatnya angka infeksi di sejumlah negara Asia.

Melalui Surat Edaran terbaru, pemerintah mengajak semua pihak, baik fasilitas kesehatan maupun masyarakat umum, untuk memperketat pengawasan dan kesiapan menghadapi kemungkinan gelombang baru.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp1,88 Juta per Gram, Investor Diminta Waspadai Volatilitas

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, mengungkapkan bahwa sejak minggu ke-12 tahun 2025, beberapa negara seperti Thailand, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia mengalami kenaikan kasus COVID-19.

“Di Thailand, varian yang banyak beredar adalah XEC dan JN.1, sedangkan Singapura saat ini didominasi LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari JN.1. Hong Kong juga masih didominasi oleh JN.1, sementara Malaysia melaporkan varian XEC,” ujarnya.

Baca Juga: AS Perketat Akses Teknologi untuk China, dari Visa Mahasiswa hingga Ekspor Chip

Di Indonesia, situasi justru menunjukkan tren penurunan kasus yang cukup signifikan. Pada minggu ke-20 tahun ini, tercatat hanya 3 kasus positif baru, turun drastis dari 28 kasus di minggu sebelumnya.

Positivity rate saat ini berada di angka 0,59 persen, dengan varian MB.1.1 menjadi yang paling banyak ditemukan di dalam negeri. Meski demikian, Murti menegaskan agar tidak ada pihak yang lengah.

Baca Juga: Ekspor Kelapa Masih Digodok, Mentan: Yang Penting Petani Bisa Hidup Bahagia

“Penurunan kasus bukan berarti risiko hilang. Kewaspadaan harus tetap dijaga, terutama dengan mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), yang membantu pemantauan serta pelaporan kasus secara cepat dan akurat,” katanya.

Baca Juga: Final Liga Champions: PSG vs Inter, Duel Penebusan Luka Lama di Allianz Arena

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghidupkan kembali kebiasaan menjaga kesehatan, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengenakan masker saat sedang sakit atau berada di kerumunan, serta segera mencari layanan medis ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Pulih Setelah Hancur: Palestina Butuh Puluhan Tahun Bangkit dari Dampak Perang

Murti juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan badan kesehatan internasional seperti WHO, guna mendapatkan update terkini mengenai varian baru dan perkembangan pandemi.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X