INSIBERNEWS - Investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi pasar saham di Indonesia.
Menurut Lo Kheng Hong saat ini Indonesia sedang mengalami hujan emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ada sejumlah alasan kenapa Lo Kheng Hong kemudian menyimpulkan hal tersebut.
Baca Juga: 2 Anggota TNI dan 1 Polisi Telah Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Judi Sabung Ayam
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (28/3/2025), Lo Kheng Hong menyampaikan bahwa saat ini harga saham blue chip sedang mengalami penurunan yang cukup drastis.
Selain itu adanya dana asing yang kabur dari saham di Indonesia.
"Dana asing kabur, harga saham blue chip turun banyak. Artinya, sedang terjadi hujan emas di Bursa Efek Indonesia. Ambillah ember yang besar untuk menampung hujan di sana,” ungkap Lo Kheng Hong.
Baca Juga: Serahkan Zakat Melalui Baznas, Prabowo: Zakat adalah Manifestasi Keadilan Sosial
Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa situasi pasar saham yang sedang tertekan justru memberikan peluang besar bagi investor untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah.
Lo Kheng Hong, dikenal sebagai investor cerdas dan sukses di Indonesia.
Ia menyoroti fenomena keluarnya dana asing dari Indonesia yang menyebabkan harga saham-saham unggulan atau blue chip turun signifikan.
Ia menyarankan para investor untuk memanfaatkan momen ini, dengan membeli saham-saham yang bernilai tinggi tetapi harganya terdiskon akibat kondisi pasar yang sedang terpuruk.
Artikel Terkait
Gara-Gara Deepseek AI Cina, Perplexity AI Ajukan Proposal Merger dengan TikTok US: Pemerintah AS Bisa Miliki Hingga 50% Saham, Begini Dampaknya!
DeepSeek Gegerkan Dunia! Startup AI Murah dari China Diklaim Mengancam Hingga Kalahkan ChatGPT Sang Raksasa Teknologi, Saham Teknologi AS Turun Jauh!
BEI Hentikan Perdagangan Saham, WIKA Jelaskan Penyebab Suspensi nya Adalah Utang Jatuh Tempo Yang Jadi Kendala, Diupayakan Restrukturisasi Utang
Jungkook BTS Jadi Korban Peretasan, Saham Rp94 Miliar Dicuri Saat Wamil
Pemerintah Tunjuk BKI sebagai Holding Operasional Danantara, Saham Sejumlah BUMN Dialihkan