Gara-Gara Deepseek AI Cina, Perplexity AI Ajukan Proposal Merger dengan TikTok US: Pemerintah AS Bisa Miliki Hingga 50% Saham, Begini Dampaknya!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 29 Januari 2025 | 18:12 WIB
Perplexity AI Ajukan Proposal Baru Gabungkan TikTok AS dengan Pemerintah AS Punya Saham 50% (Perplexity AI)
Perplexity AI Ajukan Proposal Baru Gabungkan TikTok AS dengan Pemerintah AS Punya Saham 50% (Perplexity AI)

INSIBERNEWS - Pada 26 Januari, sebuah berita mengejutkan datang dari dunia teknologi: Perplexity AI, startup mesin pencarian asal AS, mengajukan revisi proposal merger dengan ByteDance, induk perusahaan TikTok yang berbasis di China.

Proposal ini bertujuan untuk menciptakan entitas baru yang menggabungkan Perplexity dan TikTok US. Langkah ini bisa menjadi game-changer dalam industri teknologi global, mengingat dampaknya terhadap perusahaan teknologi besar serta hubungan antara AS dan China.

 Baca Juga: DeepSeek AI China Ganggu Dominasi Nvidia Sampai Kehilangan 3 Miliar dalam Sehari, Saham Teknologi AS Terjun Terparah dalam Sejarah! Apa Dampaknya?

Proposal Merger: Pemerintah AS Diberi Hak atas 50% Saham

Menurut seorang sumber yang mengetahui rincian proposal tersebut, Perplexity AI mengusulkan agar pemerintah AS memiliki hingga 50% saham dalam perusahaan baru yang akan dibentuk setelah penawaran umum perdana (IPO). Valuasi perusahaan yang diprediksi setidaknya mencapai $300 miliar. Hal ini menjadikan proposal merger ini sangat menarik, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun teknologi.

Perplexity sendiri mengajukan tawaran ini dengan alasan untuk menyatukan TikTok AS dan Perplexity dalam sebuah perusahaan induk baru yang disebut “NewCo”. Proposal ini juga menjelaskan bahwa ByteDance akan menjual TikTok AS kepada para investor, memberikan ekuitas bagi mereka, namun algoritma inti TikTok yang menjadi kunci keberhasilan platform tersebut akan tetap berada di tangan ByteDance.

ByteDance Menjual TikTok AS: Langkah Strategis di Tengah Ketegangan

Kendati ByteDance setuju dengan struktur baru tersebut, salah satu poin penting adalah algoritma TikTok yang tidak akan dipindahkan ke perusahaan baru. Ini menunjukkan bahwa meskipun TikTok AS akan menjadi bagian dari perusahaan baru, ByteDance tetap mempertahankan kendali atas teknologi dasar yang membuat TikTok begitu populer di seluruh dunia. Sementara itu, TikTok US tetap beroperasi di bawah kendali AS, tetapi ByteDance akan memiliki saham tertentu dalam entitas tersebut.

Langkah ini, yang menyarankan adanya pembagian saham dan pengaturan IPO, membuat pemerintah AS memiliki pengaruh yang lebih besar dalam pergerakan bisnis TikTok di AS, yang sempat terancam diblokir oleh peraturan keamanan nasional pada era pemerintahan Donald Trump. Menariknya, Presiden Trump, yang sempat menekan TikTok dengan alasan masalah keamanan, berencana untuk mengambil keputusan lebih lanjut dalam 30 hari ke depan.

 Baca Juga: DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?

NewCo dan Perplexity AI: Sinergi dalam Inovasi Teknologi

Dalam proposal tersebut, Perplexity juga menawarkan kemungkinan untuk diakuisisi oleh perusahaan induk baru, jika investor mereka setuju dengan distribusi ekuitas NewCo. Langkah ini menunjukkan bahwa Perplexity AI percaya akan potensi besar merger ini untuk membawa mereka lebih jauh dalam dunia teknologi, terutama di bidang mesin pencarian dan kecerdasan buatan.

Dengan bergabungnya TikTok AS dan Perplexity, mereka berharap dapat menghasilkan teknologi baru yang lebih inovatif, di sisi lain juga dapat membantu memperbaiki hubungan bisnis antara AS dan China dalam ekosistem teknologi.

Apa Artinya bagi Industri Teknologi dan Pengguna TikTok?

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X