INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait kasus dugaan suap dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI yang menyeret mantan caleg PDIP, Harun Masiku.
Penahanan ini menjadi babak baru dalam penyelidikan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Baca Juga: AS Optimistis Capai Kesepakatan Dagang dengan China di Tengah Ancaman Perang Tarif
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Kamis (20/2/2025), Hasto keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 18.07 WIB dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Wajahnya tampak tenang saat dikawal petugas menuju mobil tahanan.
Sebelumnya, ia memang sudah menyatakan kesiapan dirinya menghadapi segala kemungkinan.
"Secara mental dan emosional, saya sudah siap menghadapi ini. Saya menerima semuanya dengan lapang dada," ujar Hasto saat tiba di Gedung KPK sebelum diperiksa.
Dalam pernyataannya, Hasto juga menyoroti sistem demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya masih belum sepenuhnya berjalan adil.
Ia menilai bahwa kasus yang menjeratnya bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem hukum di Tanah Air.
Baca Juga: Sempat Ngaku Kecanduan, Fariz RM Lagi-lagi Ditangkap Gegara Narkoba untuk Keempat Kalinya
"Saya yakin ini akan menjadi pupuk bagi demokrasi. Ini akan menjadi awal dari perjuangan untuk menghadirkan sistem penegakan hukum yang benar-benar berkeadilan, tanpa kepentingan politik tertentu," tegasnya.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Ketersediaan Stok BBM dan LPG, Aman Sampai Lebaran?
Terkait tuduhan suap PAW dan dugaan upaya menghalangi penyidikan Harun Masiku, Hasto menegaskan bahwa kasus ini tidak merugikan keuangan Lebaran.
Ia bahkan mengkritik apa yang disebutnya sebagai penyalahgunaan kekuasaan dalam proses hukum yang sedang dijalaninya.
Artikel Terkait
Anindya Bakrie: Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Dunia di Sektor Ekonomi Biru
Kurangi Kemacetan Mudik, Menhub Usulkan ASN Bisa Work From Anywhere Jelang Lebaran
Iran Ingin Pindah Ibu Kota dari Teheran, Makran Jadi Kandidat Kuat
Lebaran 2025, BI Naikkan Batas Penukaran Uang Baru Jadi Rp4,3 Juta per KTP
DeepSeek Ketauan Berbagi Data Pengguna dengan Tiktok, Regulator Korea Angkat Bicara!
Dedi Mulyadi Ingin Wajib Militer Masuk Kurikulum SMA, Jadi Solusi Atasi Geng Motor?
Jokowi Tak Hadir di Pelantikan Pramono - Rano, Namanya Disoraki!
Pertamina Ungkap Ketersediaan Stok BBM dan LPG, Aman Sampai Lebaran?
Aksi Puncak Indonesia Gelap Digelar Bersama dengan Pelantikan Kepala Daerah di Istana Jakarta, Berikut 9 Poin Tuntutan Mahasiswa
AS Optimistis Capai Kesepakatan Dagang dengan China di Tengah Ancaman Perang Tarif