Sementara itu, Mira Murati, CEO Thinking Machines Lab, dikabarkan telah mengadakan rapat internal untuk menenangkan tim riset setelah kabar kepergian Tulloch menyebar.
Ia menegaskan bahwa arah dan visi perusahaan tetap berjalan seperti semula, dan pihaknya akan segera merekrut peneliti baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Baca Juga: BMKG Ungkap Ada 4 Wilayah di Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari Dua Bulan, Apa Saja?
Kepergian Andrew Tulloch menambah daftar panjang perpindahan talenta besar di industri AI yang kian panas. Para pengamat menilai, fenomena ini menandakan babak baru dalam “perang perebutan otak” di dunia teknologi — di mana raksasa-raksasa seperti Meta, Google, dan Microsoft berlomba memborong ilmuwan terbaik demi menguasai masa depan kecerdasan buatan.***