Di sisi lain, tato ini diyakini lebih aman dibanding ponsel karena berbasis biometrik unik tiap individu.
Namun, perlu regulasi dan standar etika agar teknologi ini bisa digunakan secara adil, aman, dan tidak hanya dikuasai kelompok tertentu.
Baca Juga: Buat Pemula, Jangan Lakukan Ini Kalau Baru Mulai Jadi Affiliator!
Dampak Sosial dan Kesehatan
Jika benar terealisasi, tato elektronik bisa menjadi revolusi dalam dunia kesehatan.
Pemantauan real-time atas pola tidur hingga indikator vital dapat membantu mendeteksi penyakit lebih dini dibanding wearable device saat ini.
Dari sisi sosial, tato elektronik mungkin mengurangi distraksi layar, sehingga interaksi manusia kembali lebih alami.
Namun, risikonya adalah kesenjangan digital. Hanya kalangan tertentu yang mungkin mampu mengakses teknologi canggih ini pada tahap awal.
Baca Juga: Snapchat Batasi Penyimpanan Memori, Hadirkan Paket Berbayar Hingga 5TB
Masa Depan yang Semakin Dekat
Prediksi Bill Gates ini menunjukkan bahwa dunia teknologi bergerak cepat menuju era integrasi tubuh dengan digital.
Sama seperti pengalaman pertama menggunakan pembayaran nirkontak yang dulu dianggap ajaib, tato elektronik bisa menjadi lompatan besar berikutnya.
Apakah smartphone benar-benar akan punah? Waktu yang akan menjawab. Namun, sinyal dari para visioner seperti Gates menandakan perubahan besar sudah di depan mata.