Langkah ini juga dipandang sebagai strategi OpenAI untuk semakin menegaskan posisi ChatGPT bukan hanya sebagai chatbot, melainkan aplikasi gaya hidup yang melekat dengan rutinitas pengguna.
Dengan tambahan fitur ini, ChatGPT bisa saja bersaing langsung dengan aplikasi berita, kalender digital, hingga asisten pintar bawaan smartphone.
Baca Juga: Ibunya Hina Arie Kriting Lagi, Respon Indah Permatasari Banjir Pujian Warganet
Jika sukses, Pulse bisa menjadi fondasi bagi pengembangan layanan AI yang lebih personal dan proaktif.
OpenAI tampaknya ingin mendorong ChatGPT menjadi “teman digital” sehari-hari, bukan sekadar alat bantu mencari jawaban, melainkan asisten yang benar-benar memahami pola hidup penggunanya.