INSIBERNEWS – Penderita osteoporosis sering kali khawatir berolahraga karena takut mengalami cedera atau patah tulang.
Padahal, aktivitas fisik ringan justru bisa membantu memperkuat tulang dan otot jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Kuncinya adalah memilih olahraga yang minim risiko dan tetap menjaga stabilitas tubuh. Beberapa jenis olahraga ringan bahkan bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.
Salah satu olahraga yang sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis adalah jalan kaki di tempat atau treadmill dengan kecepatan rendah.
Aktivitas ini membantu melatih kekuatan kaki dan mempertahankan kepadatan tulang, terutama di bagian pinggul dan punggung bawah. Jalan kaki juga bisa dikombinasikan dengan latihan pernapasan agar tubuh lebih rileks dan bugar.
Baca Juga: 5 Makanan Favorit Sel Darah Putih yang Bikin Imun Makin Tangguh
Pilihan olahraga lain yang cukup efektif dan minim risiko adalah yoga atau pilates. Keduanya fokus pada peregangan, keseimbangan, dan penguatan otot inti.
Gerakan-gerakan sederhana seperti pose kucing-sapi atau bridge pose bisa dilakukan di atas matras dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada tulang. Selain menyehatkan fisik, latihan ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Bersepeda statis juga bisa jadi pilihan aman bagi penderita osteoporosis. Dengan posisi duduk yang stabil, tekanan pada tulang berkurang, namun otot kaki tetap aktif bergerak.
Durasi 15–20 menit per sesi sudah cukup untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga metabolisme tetap optimal. Pastikan untuk memilih sepeda statis dengan sandaran agar lebih nyaman.
Baca Juga: Koding dan AI Masuk Kurikulum, Tapi Siapkah Sekolah Kita?
Terakhir, latihan kekuatan ringan seperti mengangkat dumbbell kecil atau menggunakan resistance band bisa melatih otot dan menjaga tulang tetap kuat.
Lakukan secara perlahan dengan pengawasan, atau ikuti panduan dari video latihan yang sesuai. Intinya, penderita osteoporosis tetap bisa aktif bergerak dengan aman selama memilih jenis olahraga yang tepat dan tidak memaksakan diri.
Baca Juga: SPMB 2025-2026: Sistem Penerimaan Murid Baru DKI Jakarta Dilengkapi Jalur Prestasi dan Afirmasi