Memahami Anxiety: Apa Itu, Mengapa Terjadi, dan Bagaimana Cara Mengatasi Cemas Berlebihan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 11 September 2024 | 16:56 WIB
Foto Ilustrasi  (freepik)
Foto Ilustrasi (freepik)

INSIBERNEWS - Anxiety atau dalam bahasa Indonesia sering disebut kecemasan, adalah perasaan yang sebenarnya akrab bagi banyak orang.

Setiap orang pasti pernah merasakan cemas di suatu titik dalam hidup mereka.

Baik itu ketika menghadapi ujian, berbicara di depan umum, atau berada dalam situasi yang tidak pasti.

Namun, kecemasan yang terjadi dalam kadar wajar adalah hal yang normal dan bisa membantu kita lebih waspada serta siap menghadapi tantangan.

Namun, apa yang terjadi jika kecemasan ini menjadi terlalu berlebihan dan menguasai hidup kita?

Di sinilah anxiety berkembang menjadi sebuah gangguan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

 Baca Juga: Kisah Haru Siswa SMA Kelas X-10 yang Kompak Membelikan Sepeda untuk Temannya, Romsi

Apa Itu Anxiety?

Anxiety adalah sebuah perasaan cemas atau khawatir yang intens dan sering kali terjadi tanpa sebab yang jelas.

Rasa takut ini tidak proporsional dengan situasi yang dihadapi, dan terkadang muncul begitu saja.

Bayangkan saat Anda sedang duduk di rumah, tidak ada ancaman yang nyata, namun tiba-tiba merasa gelisah seolah-olah ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Itulah gambaran sederhana dari anxiety.

 Baca Juga: Atasi Cemas Berlebihan dengan Langkah Sederhana yang Bisa Kamu Coba

Bukan hanya pikiran yang terpengaruh, anxiety juga memengaruhi tubuh.

Banyak orang yang mengalami gejala fisik seperti jantung berdebar, keringat dingin, atau napas yang terasa pendek ketika sedang cemas.

Kondisi ini bisa muncul dalam berbagai situasi dan tingkat keparahan yang berbeda, dari rasa cemas ringan hingga serangan panik yang membuat seseorang merasa seakan-akan kehilangan kendali.

 Baca Juga: Mengasah Kecerdasan Interpersonal: Rahasia Sukses dalam Hubungan Sosial dan Karier

Mengapa Anxiety Terjadi?

Tidak ada satu penyebab tunggal mengapa seseorang mengalami anxiety.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan:

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X