Mitos dan Fakta tentang Diabetes: Membongkar Kesalahpahaman yang Sering Beredar

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 5 September 2024 | 16:07 WIB
Fakta atau mitos : beberapa mitos umum tentang diabetes (freepik)
Fakta atau mitos : beberapa mitos umum tentang diabetes (freepik)

INSIBERNEWS - Diabetes adalah penyakit kronis yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

Namun, meskipun banyak yang mengenal istilah diabetes, masih ada banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat.

Mitos-mitos ini tidak hanya membingungkan, tetapi juga dapat menghalangi upaya pencegahan dan pengelolaan diabetes yang efektif.

Mari kita lihat beberapa mitos umum tentang diabetes dan fakta sebenarnya di baliknya.

 Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Diabetes dan Perbedaannya

 

Mitos 1: Diabetes hanya terjadi pada orang gemuk

Foto Ilustrasi Orang Gemuk (Freepik)

Fakta: Memang benar bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk diabetes tipe 2, tetapi itu tidak berarti hanya orang yang kelebihan berat badan yang bisa terkena diabetes.

Banyak faktor lain yang turut berperan, termasuk genetika, gaya hidup, usia, dan riwayat keluarga.

Diabetes tipe 1, misalnya, merupakan kondisi autoimun yang dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang berat badan.

Banyak orang dengan berat badan normal bahkan kurus juga bisa mengembangkan diabetes tipe 2.

 Baca Juga: Cara Efektif Mencegah Diabetes: Langkah Sederhana untuk Gaya Hidup Sehat

Mitos 2: Diabetes disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan

Foto Ilustrasi Gula Pasir (pixabay)

Fakta: Mengonsumsi gula berlebihan memang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan, yang merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2, tetapi gula bukanlah penyebab langsung diabetes.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh faktor autoimun, di mana tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.

Sedangkan diabetes tipe 2 berkembang akibat kombinasi faktor, termasuk resistensi insulin, genetika, serta gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang buruk, bukan hanya konsumsi gula.

Mengurangi konsumsi gula memang penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mengontrol kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Namun, pola makan yang seimbang dan gaya hidup aktif secara keseluruhan memiliki dampak yang lebih besar dalam pencegahan diabetes.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X