4. Harga Bersaing
Persaingan usaha terutama faktor harga, cukup sengit. Warung kelontong dengan menyediakan harga bersaing akan memenangkan hati pelanggan. Cobalah untuk membandingkan harga jual di warung-warung kelontong lainnya.
Harga bersaing juga bisa diperoleh dengan belanja langsung di agen produk tertentu. Biasanya agen suatu produk tertentu akan berkeliling mencari warung kelontonng untuk menawarkan produk.
Jika warung kelontong Anda tak dikunjungi, Anda bisa mencari agen-agen produk yang biasanya datang ke toko grosir.
Baca Juga: Tips Kreatif: Modal Botol Bekas, Rubah Kipas Angin Biasa Jadi AC Super Dingin
5. Manajemen Stok
Apa yang Anda rasakan jika masuk ke sebuah warung kelontong yang lantainya kotor, udaranya apek, dan produknya berdebu? Coba bandingkan saat masuk ke warung kelontong yang bersih, barangnya tertata rapi di rak, ditambah penjualnya ramah?
Salah satu rahasia pelanggan suka belanja di warung kelontong Madura adalah karena penataan rak yang rapi. Setiap produk disortir menurut jenis barangnya, misalnya produk susu diletakkan sejajar dengan produk susu lainnya.
Cara paling sederhana menata produk bisa dilakukan dengan memperhatikan dua hal, yaitu: jenis produk dan tanggal kadaluwarsa. Kelompokkan jenis produk yang sama misalnya, letakkan produk makanan kemasan di deretan rak makanan kemasan.
Susun juga produk berdasarkan tanggal kadaluwarsanya. Misalnya, produk yang tanggal kadaluwarsa lebih awal diletakkan di bagian atas dan depan rak. Pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa secara berkala untuk memastikan semua produk yang kita jual belum mencapai tanggal kadaluwarsa.
Baca Juga: Tips Kreatif: Uang Kertas Sobek ? Jangan Pakai Cara Lama, Ditambal Isolasi, Begini Caranya
6. Tertib Mencatat Penjualan dan Belanja Barang
Rahasia warung kelontong yang sukses adalah tertib mencatat pembukuan keuangan. Lakukan pencatatan rutin untuk setiap uang yang masuk dari penjualan dan uang yang keluar dari pembelian barang dagang, serta pengeluaran rutin lainnya seperti listrik, air, dan biaya angkut.
Ada banyak manfaat mencatat pendapatan dan pengeluaran secara rutin, antara lain: bisa mengetahui besaran omzet secara periodik, besaran keuntungan atau kerugian, dan membandingkan harga-harga barang dagang yang kita beli.
Artikel Terkait
Ditinggal Wamil! Lim Ji Yeon Terus Terang Bersyukur Menjadi Kekasih Lee Do Hyun
Terungkap! KPK Temukan 3 Modus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, Apa Saja?
Apa itu istilah Lucky Vicky? Mindset Positif Ala Jang WonYoung IVE
Pelaku Penganiayaan Anak di Daycare Depok Sering Bagikan Tips Parenting, Netizen Sindir : Ngomongnya Kaya Malaikat
Wujud Sinergitas TNI- Polri, Polres Purwakarta Hadiri Undangan Kunker Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Rudi Puruwito
Selamat! Syahrini Melahirkan Anak Pertama, Bertepatan Dengan Hari Ulang Tahunnya Yang Ke 44 Tahun
Kisah Konflik 70 Tahun Korut dan Korsel, Mencair di Olimpiade Paris 2024 Saat Atlet Kedua Negara Lakukan Foto Selfie
Kode Keras! Ibunda Syifa Hadju Unggah Foto Anaknya dengan El Rumi Pakai Lagu Cinta Terakhir
Ramai Sekarang, Ternyata Syifa Hadju dan El Rumi Sudah Pacaran sejak 15 Juli Lalu, Saat Syifa Ulang Tahun
Gratis! Obyek Wisata D'Castello Berikan Promo Menarik, Khusus Bernama Agus Tanpa Beli Tiket