INSIBERNEWS - Sering dikaitkan dengan hal mistis, ini alasan medis mengapa fenomena sleep paralysis alias ketindihan bisa terjadi.
Secara medis dikenal dengan istilah sleep paralysis atau biasa disebut ketindihan, merupakan kondisi ketika seseorang tidak mampu berbicara atau bergerak saat terbangun dari tidur atau ketika akan tidur.
Sleep paralysis dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan waktu terjadinya, yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis.
Baca Juga: Simak! Ini Cara Cek KTP Sendiri Apakah Dapat Bansos Atau Tidak
- Hypnopompic Sleep Paralysis
Terjadi ketika anda terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Jadinya, tubuh tidak dapat digerakkan meskipun anda dalam keadaan sadar.
- Hypnagogic Sleep Paralysis
Dialami ketika seseorang baru saja tertidur, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) dan mengalami relaksasi otot. Jika seseorang tiba-tiba tersadar pada fase ini, akibatnya akan timbul sensasi seakan tidak bisa bergerak.
Sering dianggap sebagai paranormal experience. Faktanya, sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi karena mekanisme otak dan tubuh yang tidak berjalan selaras.
Baca Juga: Waspada, Efek Samping Kebiasaan Tidur Dengan Lampu Menyala
Dapat terjadi pada semua orang, beberapa penyebab sleep paralysis antara lain adalah :
- Waktu tidur yang tidak cukup.
- Stres berat.
- Gangguan mental, seperti depresi, bipolar, atau anxiety disorder.
- Konsumsi obat-obatan tertentu.
Kebiasaan merokok. - Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman.
- Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Baca Juga: Ada Jung Hae In, Catat! Ini Tanggal Tayang Drama Korea Baru Love next door!
Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah ketindihan, adalah :
- Tidur yang cukup, yaitu sekitar 6–8 jam setiap malamnya.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
- Hentikan gunakan gadget minimal 1 jam sebelum tidur.
- Biasakan diri untuk tidur dan bangun pada jam yang sama.
Pola hidup sehat juga dapat kurangi risiko terjadinya sleep paralysis, seperti berolahraga, mengurangi konsumsi kafein dan beralkohol, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Artikel Terkait
Lebih Sepuh dari Piramida Mesir, Wisata Gunung Padang Cianjur Tebarkan Pesona Legend nan Asri
Estetik dan Berpotensi! Wisata Gunung Padang Cianjur, Dari Situs Purba hingga Spot Selfie Terbaik di Desa Karyamukti
Tabrak 8 Kendaraan Secara Beruntun di Tol Cipularang, Begini Kronologi Lengkap Bus Primajasa yang Sebabkan Kecelakaan
Hotel di Korea Selatan Larang Anak-anak Main di Kolam Renang
Ade Londok, Dulu Viral Karena Odading Mang Oleh, Begini Nasibnya Sekarang
Heboh! Nelayan Temukan Sapi Laut Bertanduk Terdampar di Tepi Laut Bangkalan Madura, Ternyata Hoaks
Ada Jung Hae In, Catat! Ini Tanggal Tayang Drama Korea Baru Love next door!
Rebusan Daun Sambiloto Sangat Ampuh Lawan Diabetes Tipe 2, Wajib Coba !
Minum Jamu Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram, Tradisi Turun-temurun Hingga Masa Kini
Waspada, Efek Samping Kebiasaan Tidur Dengan Lampu Menyala