Bukan Ulah Makhluk Gaib! Ini Fakta Medis Ketindihan Saat Tidur

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 11 Juli 2024 | 01:28 WIB
Ilustrasi ketindihan saat tidur (foto: Istimewa)
Ilustrasi ketindihan saat tidur (foto: Istimewa)

 

INSIBERNEWS - Sering dikaitkan dengan hal mistis, ini alasan medis mengapa fenomena sleep paralysis alias ketindihan bisa terjadi.

Secara medis dikenal dengan istilah sleep paralysis atau biasa disebut ketindihan, merupakan kondisi ketika seseorang tidak mampu berbicara atau bergerak saat terbangun dari tidur atau ketika akan tidur.

Sleep paralysis dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan waktu terjadinya, yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis.

Baca Juga: Simak! Ini Cara Cek KTP Sendiri Apakah Dapat Bansos Atau Tidak

  • Hypnopompic Sleep Paralysis

Terjadi ketika anda terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Jadinya, tubuh tidak dapat digerakkan meskipun anda dalam keadaan sadar.

  • Hypnagogic Sleep Paralysis

Dialami ketika seseorang baru saja tertidur, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) dan mengalami relaksasi otot. Jika seseorang tiba-tiba tersadar pada fase ini, akibatnya akan timbul sensasi seakan tidak bisa bergerak.

Sering dianggap sebagai paranormal experience. Faktanya, sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi karena mekanisme otak dan tubuh yang tidak berjalan selaras.

Baca Juga: Waspada, Efek Samping Kebiasaan Tidur Dengan Lampu Menyala
 
Dapat terjadi pada semua orang, beberapa penyebab sleep paralysis antara lain adalah :

  • Waktu tidur yang tidak cukup.
  • Stres berat.
  • Gangguan mental, seperti depresi, bipolar, atau anxiety disorder.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
    Kebiasaan merokok.
  • Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman.
  • Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.

Baca Juga: Ada Jung Hae In, Catat! Ini Tanggal Tayang Drama Korea Baru Love next door!

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah ketindihan, adalah :

  • Tidur yang cukup, yaitu sekitar 6–8 jam setiap malamnya.
  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
  • Hentikan gunakan gadget minimal 1 jam sebelum tidur.
  • Biasakan diri untuk tidur dan bangun pada jam yang sama.

Pola hidup sehat juga dapat kurangi risiko terjadinya sleep paralysis, seperti berolahraga, mengurangi konsumsi kafein dan beralkohol, serta menghentikan kebiasaan merokok.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X