Ganggu Privasi, Fotografer Dadakan yang Potret-potret Pelari Tanpa Izin Banjir Keluhan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:34 WIB
Menyoroti fenomena maraknya fotografer yang ambil gambar orang-orang yang sedang berolahraga di fasilitas umum.   (X.com/petanirebahan)
Menyoroti fenomena maraknya fotografer yang ambil gambar orang-orang yang sedang berolahraga di fasilitas umum. (X.com/petanirebahan)

INSIBERNEWS - Publik belakangan ini tengah menyoroti fenomena fotografer dadakan, yang kerap memotret masyarakat yang tengah berolahraga di fasilitas umum.

Pada akhir pekan, di sejumlah ruas jalan Jakarta, para fotografer terlihat mengabadikan momen para pelari.

Sebagian publik menyoroti adanya risiko hasil jepretan dijual ke aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Empat Bos Perusahaan Swasta Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Impor Gula

Hal ini sontak memicu perdebatan soal batas etika dan hukum di ruang publik. 

Terkini, dalam unggahan akun Instagram @jakarta.terkini, pada Kamis, 30 Oktober 2025 menyoroti fenomena tersebut. 

"Meskipun foto diambil di ruang publik, bukan berarti bebas dipakai sesuka hati. Ada batas antara dokumentasi dan eksploitasi," demikian tertulis dalam postingan akun tersebut.

Tak sedikit warga menilai tindakan memotret tanpa izin berpotensi melanggar privasi

Baca Juga: Minta Masyarakat Inisiatif Lapor, Pesan Prabowo pada Orang Tua soal Pengawasan Narkoba: Jangan Biarkan Anaknya Rusak

Dalam kolom komentar pun ramai keluhan dari masyarakat yang menegaskan pentingnya batas etika di ruang publik agar tak terjadi eksploitasi citra seseorang.

"Salah satu yang bikin saya tidak nyaman, kalau lagi ajak anak-anak di jalan. Takutnya ada yang tidak normal dan sengaja fotoin anak saya untuk dijual atau disimpan," ungkap netizen lainnya lewat akun @sudiromanggoro.

Meskipun tampak sepele, namun tindakan itu menimbulkan persoalan serius tentang perlindungan data pribadi. 

Baca Juga: PBB Kecam Serangan Udara Israel di Gaza, Sebut Banyak Anak Jadi Korban

Terlebih, foto yang menampilkan wajah seseorang kini bukan sekadar karya visual, melainkan data biometrik yang dapat diproses, diperjualbelikan, bahkan dimanipulasi oleh sistem AI.****

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X