Fenomena Langka! Hari Ini Bumi Berputar Lebih Cepat, Simak Alasannya!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 11:36 WIB
Hari ini lebih singkat dari 24 jam akibat percepatan rotasi Bumi. (Istimewa)
Hari ini lebih singkat dari 24 jam akibat percepatan rotasi Bumi. (Istimewa)



INSIBERNEWS – Fenomena ilmiah langka terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025, saat rotasi Bumi diperkirakan mengalami percepatan.

Akibatnya, panjang hari akan menjadi kurang dari 24 jam, menjadikannya salah satu hari tercepat dalam sejarah pengamatan rotasi Bumi.

Informasi ini dikonfirmasi oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), lembaga internasional yang bertugas memantau rotasi dan referensi sistem Bumi.

Baca Juga: BRI Sabet Penghargaan ASEAN Corporate Governance Scorecard, Wujud Konsistensi Tata Kelola yang Unggul

Dalam laporan terbarunya, IERS menyebutkan bahwa panjang hari pada tanggal tersebut akan lebih singkat sekitar 1,25 milidetik dibandingkan durasi normal 86.400 detik atau 24 jam penuh.

Meski terdengar kecil, percepatan sebesar 1,25 milidetik merupakan hal yang signifikan dalam skala ilmiah.

Panjang hari secara astronomis jarang mengalami penyimpangan lebih dari 1 milidetik, dan perubahan sekecil itu bisa berdampak pada sistem navigasi, satelit, serta pengukuran waktu global.

Baca Juga: Insiden Tragis Warnai Konser Reuni Oasis di London, Satu Orang Tewas

Fenomena ini terjadi karena berbagai faktor kompleks yang memengaruhi rotasi Bumi, termasuk pergeseran inti Bumi, aktivitas seismik, distribusi massa di atmosfer dan lautan, serta efek dari pencairan es di kutub.

Para ahli menyebut percepatan ini sebagai bagian dari fluktuasi alami Bumi, meskipun pola jangka panjangnya masih terus diteliti.

“Ini bukan pertama kalinya rotasi Bumi berubah kecepatan. Namun, percepatan yang tercatat kali ini cukup langka dan menarik perhatian para ilmuwan,” ujar Dr. Nina Hartono, ahli geofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Baca Juga: Kena Banjir, Komika Apos Masih Sempat Bercanda Mau Ubah Rumah Jadi Kolam Lele

Perubahan kecil dalam panjang hari ini tidak akan terasa oleh manusia secara langsung.

Namun, sistem penentuan waktu dunia yang sangat presisi seperti UTC (Coordinated Universal Time) perlu memperhitungkan perubahan sekecil apapun agar tetap sinkron dengan rotasi Bumi.

Biasanya, ketika rotasi Bumi melambat, IERS menambahkan waktu ekstra yang disebut “leap second” untuk menyesuaikan sistem waktu internasional.

Baca Juga: Olahraga 15 Menit Sehari, Cukupkah untuk Jaga Kesehatan Mental?

Namun dengan percepatan seperti ini, diskusi mengenai pengurangan detik (negative leap second) mulai mencuat, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Para ilmuwan menyarankan masyarakat untuk tidak panik atau khawatir.

“Tidak ada dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tidak akan ada perubahan pada waktu bangun atau tidur kita. Namun, ini adalah pengingat bahwa Bumi kita adalah sistem yang dinamis dan terus berubah,"

Baca Juga: Heboh! Beredar Foto Zize Main Bareng Mantan, Pratama Arhan Langsung Hapus Foto Pernikahan?

Fenomena ini juga membuka peluang penelitian baru dalam bidang geofisika, klimatologi, dan ilmu antariksa.

Para peneliti kini berlomba-lomba mempelajari hubungan antara percepatan rotasi Bumi dan aktivitas di inti planet, serta potensi dampaknya terhadap teknologi komunikasi dan peluncuran satelit.

Sementara itu, masyarakat umum tetap disarankan untuk terus mengikuti informasi resmi dari lembaga ilmiah.

Baca Juga: Farel Prayoga Ungkap Momen Haru Bertemu Ibu Kandung Setelah 14 Tahun Terpisah!

Fenomena percepatan rotasi Bumi ini menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang, dan pengamatan terhadap Bumi masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk diungkap.

Dengan demikian, 5 Agustus 2025 akan tercatat dalam sejarah ilmiah sebagai salah satu hari paling singkat dalam rotasi Bumi.

Meskipun hanya berbeda dalam hitungan milidetik, hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengamatan jangka panjang terhadap planet yang kita tinggali.

Baca Juga: Benarkah Depresi Akibat Tekanan Hidup Jadi Alasan Kematian Song Young Kyu? Ini Kata Teman Dekatnya!

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X