news

DeepSeek Gegerkan Dunia! Startup AI Murah dari China Diklaim Mengancam Hingga Kalahkan ChatGPT Sang Raksasa Teknologi, Saham Teknologi AS Turun Jauh!

Kamis, 30 Januari 2025 | 11:50 WIB
AI DeepSeek Salip ChatGPT (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali dihebohkan! Perusahaan rintisan asal Tiongkok, DeepSeek, baru saja meluncurkan model AI terbaru yang diklaim setara—bahkan lebih baik—dari model AI terkemuka di Amerika Serikat.

Lebih mengejutkan lagi, DeepSeek bisa melakukannya dengan biaya jauh lebih murah! Hal ini langsung memicu guncangan di industri teknologi global, bahkan saham perusahaan teknologi besar AS ikut terkena dampaknya.

DeepSeek-V3: Murah tapi Mengerikan

DeepSeek mencuri perhatian setelah dalam sebuah makalah mengungkap bahwa pelatihan model AI mereka, DeepSeek-V3, hanya membutuhkan daya komputasi kurang dari $6 juta dengan menggunakan chip Nvidia H800. Sebagai perbandingan, biaya pelatihan model AI serupa di AS bisa mencapai ratusan juta dolar! Tidak hanya itu, asisten AI berbasis DeepSeek-V3 telah melewati ChatGPT dan menjadi aplikasi gratis dengan peringkat tertinggi di App Store Amerika Serikat.

Keberhasilan ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: Apakah investasi miliaran dolar yang dikucurkan perusahaan teknologi AS untuk AI benar-benar diperlukan? Atau apakah mereka hanya membakar uang tanpa efisiensi yang jelas?

 Baca Juga: DeepSeek Salip ChatGPT di App Store: AI Cina Dengan Biaya Rendah Mengguncang Pasar AS dan Memicu Debat Besar tentang Masa Depan Teknologi

Mengapa DeepSeek Begitu Menghebohkan?

Sejak ChatGPT diluncurkan oleh OpenAI pada akhir 2022, perusahaan teknologi di China berlomba-lomba menciptakan chatbot AI mereka sendiri. Sayangnya, upaya pertama mereka dianggap gagal bersaing dengan teknologi dari AS. Namun, DeepSeek datang mengubah narasi itu.

Model AI mereka, DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1, disebut-sebut memiliki kemampuan setara dengan model paling canggih dari OpenAI dan Meta. Bedanya? Mereka jauh lebih murah untuk digunakan! Bahkan, DeepSeek-R1 diklaim 20 hingga 50 kali lebih hemat biaya dibandingkan OpenAI o1, tergantung pada tugasnya.

Tentu saja, kesuksesan ini juga memunculkan skeptisisme. CEO Scale AI, Alexandr Wang, dalam wawancara dengan CNBC menyebutkan bahwa DeepSeek diam-diam memiliki 50.000 chip Nvidia H100—sesuatu yang seharusnya melanggar aturan ekspor AS. Meski tuduhan ini belum terbukti, banyak pihak kini mulai mempertanyakan transparansi DeepSeek.

Siapa di Balik DeepSeek?

DeepSeek berbasis di Hangzhou dan didirikan oleh Liang Wenfeng, seorang tokoh penting di dunia keuangan China. Sebelumnya, Liang adalah salah satu pendiri High-Flyer, sebuah dana lindung nilai kuantitatif yang pada 2023 mengalihkan fokusnya ke penelitian AI. DeepSeek pun lahir dari ambisi besar untuk menciptakan AGI (Artificial General Intelligence), sistem AI yang bisa menyaingi kecerdasan manusia dalam berbagai tugas.

Meski jumlah investasi yang digelontorkan High-Flyer ke DeepSeek belum diketahui secara pasti, perusahaan ini jelas memiliki sumber daya besar. High-Flyer bahkan diketahui memiliki 10.000 chip Nvidia A100 sejak 2022, yang tentu menjadi modal besar dalam mengembangkan AI mereka.

 Baca Juga: Vatikan Peringatkan Bahaya AI: 'Bayangan Kejahatan' di Balik Kemampuan Teknologi Menyebarkan Informasi Palsu dan Misinformasi

Halaman:

Tags

Terkini