news

Masa Berkabung Nasional, Pemerintah Korsel Larang Pesta Kembang Api di Seoul Pasca Insiden Tragis Jeju Air

Kamis, 2 Januari 2025 | 14:03 WIB
Korban kecelakaan pesawat Jeju air, 179 penumpang dinyatakan tewas, 2 orang selamat. (Instagram.com @thekoreaherald)

Berkaca dari hal itu, terdapat fakta terbaru soal kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel.

Dilansir dari The Guardian, salah satu kotak hitam yang berisi flight data recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan dilaporkan rusak.

Terkini, Otoritas Korsel sedang mencari cara untuk mengambil data dari dalam FDR pesawat itu.

Baca Juga: Jadi Serial Top Global, Keuntungan yang Diraup Squid Game Tidak di Luar Prediksi

Wakil Menteri Penerbangan Sipil Korea Selatan, Joo Jong-wan, mengklaim telah menyisir lokasi kecelakaan di Muan sejak peristiwa itu terjadi.

Black box dari Jeju Air yang mengalami kerusakan pada FDR itu pun akan dikirim ke AS.

"Perekam data penerbangan yang rusak dianggap tidak dapat dipulihkan untuk ekstraksi data di dalam negeri," kata Joo Jong-wan pada Rabu, 1 Desember 2024.

"Disepakati hari ini untuk membawanya ke Amerika Serikat untuk dianalisis bekerja sama dengan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS," tambahnya.

Baca Juga: Mulai Berjalan di Tahun 2025, Intip 3 Kebijakan Pro-Rakyat Prabowo yang Bercita-cita Bawa Ekonomi RI Melesat 8 Persen!

Bagi yang belum tahu, kecelakaan pesawat itu terjadi setelah adanya peringatan gangguan burung atau bird strike dari menara kontrol.

Kemudian, pesawat itu mengeluarkan panggilan darurat dan mendarat darurat tanpa roda sebelum menabrak pembatas dan terbakar.

Peristiwa itu menewaskan 179 orang di dalamnya, dan terdapat dua pramugari yang selamat.

Halaman:

Tags

Terkini