Selain itu, elemen yang dirancang dalam kurikulum deep learning bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan namun juga pengalaman bermakna bagi siswa.
"Kita arahkan dengan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful," sebut Mukti dalam kesempatan yang sama.
Model Belajar di Australia Sejak Tahun 1995
Dalam kesempatan yang sama, Mukti menjelaskan model pembelajaran dari kurikulum deep learning sudah ada sejak 1995.
Mendikdasmen RI itu menceritakan pengalamannya belajar kurikulum deep learning saat menjalani perkuliahan gelar Master of Education di Flinders University, Adelaide, Australia.
Terkait hal tersebut, Mukti ingin siswa di Indonesia juga dapat diarahkan untuk mendapatkan pembelajaran serupa.
Baca Juga: Yuk Cobain 5 Resep Smoothie Sehat untuk Diet, Mudah dibuat dan Menyegarkan Loh!
Mukti pun mencontohkan, pembelajaran dengan prinsip mindful dapat dilakukan oleh guru untuk menyadari setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda.
Kemudian, prinsip mindful itu diterapkan agar para siswa didorong untuk berpikir kritis dan terlibat aktif selama proses belajar.
"Tiba-tiba ada yang bertanya di tengah pelajaran, jangan dihentikan," tandasnya.
Tiga Elemen dalam Kurikulum Deep Learning
Seperti diketahui, Mendikdasmen RI telah membuat gagasan terkait kurikulum deep learning sebagai kurikulum baru di Indonesia dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam.
Baca Juga: Ngakak! IShowSpeed Ajak Paul Pogba Ngomong Bahasa Indonesia, Salah Arti Bikin Pecah!
Dikutip dari Teacher Magazine, berikut ini tiga elemen dalam kurikulum deep learning yang menjadi metode pembelajaran yang disebut Mukti telah diterapkan di Australia:
1. Mindful Learning
Elemen ini berarti para guru dapat menghargai keunikan dan keterlibatan siswa yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar.