Sekolah Kristen, seperti institusi pendidikan lainnya, dapat menjadi tempat di mana nilai-nilai inklusif dan keragaman diajarkan.
Dengan dialog yang terbuka, pihak-pihak yang terlibat dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan, memastikan bahwa semua orang, terlepas dari latar belakang agama, memiliki akses ke pendidikan yang berkualitas.
Baca Juga: Zimbabwe Akan Menyembelih 200 Gajah untuk Atasi Kelaparan Akibat Kekeringan
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @najwashihab (22/9/2024), Ketua Pokja III DPRD Parepare, Ibrahim Suanada menyampaikan bahwa dirinya menolak pembangunan Sekolah Kristen.
Hal tersebut ia sampaikan di Gedung DPRD Parepare pada Jumat (20/9/2024) atas aspirasi dari warga sekitar.
“Dasar masukan dari beberapa anggota DPRS Kota Parepare dan pertimbangan dengan ahli, maka kami dalam rapat dengar pendapat ini memutuskan menolak pendirian sekolah Kristen Gamaliel,” ujar Ibrahim Suanada.***